BERAU TERKINI – Sekda Berau menyebut pembangunan SPPG sepenuhnya didanai oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional.
Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Berau diprediksi sepenuhnya didanai oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Hal tersebut disampaikan oleh Sekda Kabupaten Berau, Muhammad Said,
Menurut Muhammad Said Pemkab Berau belum mengalokasikan anggaran, jika pembangunan SPPG ke depan dibebankan kepada daerah. Namun, ia memprediksi bahwa seluruh pembiayaan pembangunan SPPG akan berasal dari pemerintah pusat, mengingat program ini merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
“Pembangunan SPPG ini merupakan bagian dari program presiden, jadi kami perkirakan semua dananya akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional,” ujar Said saat dihubungi Berauterkini.co.id, Rabu (10/9/2025).

Sementara untuk besaran biaya pembagunan SPPG di Berau secara menyeluruh, Said mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui hal itu. Pasalnya, anggaran untuk program MBG disalurkan langsung kepada Badan Gizi Nasional.
“Untuk besaran biaya pembangunan seluruh SPPG di Berau ini kami belum tahu berapa nominalnya, karena belum ada keputusan juga dari pemerintah pusat. Dan anggarannya juga langsung diatur oleh BGN,” tuturnya.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa target pembangunan SPPG di Berau mengalami penyesuaian. Dari semula direncanakan hanya membangun 20 titik, kini bertambah menjadi 29 titik.
Said bilang, penambahan ini disesuaikan dengan ketentuan dari pemerintah pusat, yang mengharuskan pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekitar 80 ribu siswa mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
“Dengan adanya target distribusi sebanyak 80 ribu siswa, maka idealnya setiap satu SPPG mendistribusikan MBG kepada 2.000 hingga 3.000 murid,” jelasnya.
Saat ini, hanya dua SPPG yang sudah beroperasi di Berau, yakni SPPG Karang Ambun dan Gunung Panjang. Keduanya masing-masing mendistribusikan MBG kepada 1.693 dan 1.611 siswa.
Terkait hal itu, Said menuturkan bahwa pemerintah daerah pun menargetkan adanya peningkatan kapasitas distribusi di dua SPPG tersebut, agar bisa menyesuaikan dengan standar pendistribusian yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Ke depannya, dua SPPG yang sudah berjalan juga akan kami tingkatkan kapasitasnya agar bisa mendistribusikan MBG ke 2.000 hingga 3.000 siswa sesuai arahan pusat,” tambah Said.
Pemkab Berau menyambut baik adanya program MBG dan pembangunan SPPG ini. Said menyatakan, program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak di wilayah Berau.
Ia berharap, dengan adanya SPPG dan distribusi MBG secara menyeluruh, angka stunting dan permasalahan gizi lainnya dapat ditekan secara signifikan.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin gizi anak-anak kita. Harapannya, program ini tidak hanya berjalan lancar tapi juga berdampak positif jangka panjang bagi kesehatan generasi muda di Berau,” tutupnya.
