BERAU TERKINI – BPS Berau merilis data pengeluaran penduduk Berau dalam beberapa tahun terakhir, pengeluaran untuk non makanan jauh lebih besar.
BPS Berau merilis pola konsumsi masyarakat Berau dengan data pengeluaran penduduk.
Data pengeluaran penduduk terbagi atas dua yakni makanan dan non makanan.
Data BPS Berau menunjukkan, mayoritas pengeluaran warga Berau dialokasikan untuk pengeluaran non makanan.
Berdasarkan data BPS Berau dari tahun 2020-2024, lebih dari 50 persen pengeluaran penduduk Berau dialokasikan untuk pengeluaran non makanan.
Secara rinci, pengeluaran non makanan sebesar 56,58 persen pada 2020, 57,83 persen pada 2021, lalu 55,90 persen pada 2022.
Pada 2023, persentase pengeluaran non makanan mencapai 55,20 persen dan pada 2024 mencapai 52,88 persen.
Menurut BPS Berau fluktuasi porsi pengeluaran makanan dan non makanan pada masyarakat Berau dipengaruhi oleh pola konsumsi.

“Penurunan dan peningkatan ini menunjukkan bahwa terjadi pergeseran pada pola konsumsi masyarakat Kabupaten Berau”, kata Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, dalam keterangan resminya.
Persentase pengeluaran non makanan yang lebih besar dibandingkan makanan menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan di masyarakat.
“Proporsi pengeluaran non makanan yang lebih besar pada suatu wilayah dapat menjadi salah satu indikator kesejahteraan,” jelasnya.
“Di mana semakin tinggi proporsi pengeluaran untuk non-makanan, maka semakin baik taraf hidup rumah tangga,” lanjutnya.
Perbedaan Pola Konsumsi
Namun jika dibagi berdasarkan tingkat pendapatan per kapita masyarakat Berau, maka ada temuan yang menarik.
Di mana masyarakat dari kelompok ekonomi menengah ke bawah dan masyarakat bawah, mayoritas pengeluaran lebih banyak untuk makanan dibandingkan non makanan.
Adapun untuk masyarakat menengah atas dan atas, pengeluaran untuk non-makanan lebih besar dibandingkan pengeluaran makanan.
Dengan demikian, kelompok menengah atas dan atas cenderung memiliki pola konsumsi yang lebih tinggi untuk non makanan.
“Semakin tinggi pendapatan sekelompok individu maka pola pengeluaran untuk komoditas non makanan cenderung lebih besar,” jelasnya.
Lebih jauh, BPS Berau juga mencatat tingginya pengeluaran masyarakat Berau untuk membeli rokok dan tembakau.
Di mana dari tiga kelompok masyarakat berdasarkan tingkat pendapatan per kapita, pengeluaran untuk rokok dan tembakau lebih dari Rp 80.000 per bulan.
“Pada kelompok pengeluaran per kapita 40 persen bawah dan tengah rata-rata pengeluaran per kapita untuk kelompok rokok dan tembakau sebesar Rp 80.653,00 dan Rp 142.445,00 per bulan,” ujarnya.
“Sementara pada kelompok pengeluaran per kapita 20 persen teratas pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai Rp 205.312,00 per kapita per bulan,” katanya.
