BERAU TERKINI BPS Berau mencatat angka tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,15 persen, penyerapan tenaga kerja di sektor informal bisa jadi solusi kurangi angka pengangguran.

BPS Berau menyebutkan angka tingkat pengangguran terbuka atau TPT pada Agustus 2024 di Berau sebesar 5,15 persen angka ini lebih tinggi 0,20 persen dari tahun sebelumnya.

Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin menerangkan data TPT yang artinya setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 5–6 orang penganggur.

“Dan jika ditinjau menurut jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat sebesar 4,34 persen, sedangkan TPT perempuan sebesar 6,89 persen. Keduanya mengalami kenaikan dibandingkan Agustus 2023, di mana TPT laki-laki naik 0,08 persen poin dan TPT perempuan naik 0,33 persen poin,” jelasnya kepada Berauterkini.co.id, Rabu (3/9/2025).

Yudi menyebutkan untuk jumlah angkatan kerja Kabupaten Berau pada Agustus 2024 tercatat sebanyak 133.541 orang. Angka ini naik 3.980 orang dibanding Agustus 2023. Sementara itu, ia bilang, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 126.670 orang. Jumlah itu meningkat 3.516 orang dari tahun sebelumnya.

Dia mengatakan, lapangan pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah kategori jasa-jasa, yaitu sebanyak 61.967 orang. Sedangkan 78.488 orang lainnya atau 61,96 persen bekerja di sektor formal, meningkat 9,21 persen poin dibandingkan Agustus 2023.

Dengan begitu, Yudi menegaskan bahwa peningkatan TPT perlu direspons dengan pembukaan lapangan usaha baru dan penguatan sektor informal. Ia menilai, meski sebagian besar masyarakat Berau bekerja di sektor formal, yaitu di perusahaan dan perkantoran, namun sektor formal juga rentan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Jadi saya nilai, dengan membuka usaha baru itu, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Kami juga berharap adanya penambahan perusahaan-perusahaan di tahun ini,” sambungnya.

Selain itu, Yudi mengatakan bahwa di Kabupaten Berau, struktur ekonomi masih didominasi oleh sektor formal yang sebesar 61,96 persen. Sedangkan sektor informal baru mencapai 38,04 persen.

Maka dari itu, ia menilai meningkatkan sektor informal seperti industri kecil dan UMKM sangat penting ,” Karena dengan memberikan peluang usaha saya rasa itu bisa meningkatkan jumlah mereka yang bekerja. Sehingga data pengangguran pun bisa berkurang,” tandasnya.