BERAU TERKINI – BPS Berau mencatat pertumbuhan pekerja informal, hal itu menandai adanya tekanan dari sektor pekerja formal.
Meningkatnya jumlah pekerja sektor informal di Kabupaten Berau pada 2025 tidak hanya mencerminkan tumbuhnya usaha mandiri, tetapi juga menjadi penanda peran sektor ini sebagai bantalan ekonomi daerah di tengah dinamika ketenagakerjaan formal.
Badan Pusat Statistik (BPS) Berau mencatat, jumlah pekerja informal melonjak menjadi 62.119 orang pada 2025. Angka ini meningkat tajam dibandingkan 2024 yang hanya mencapai 48.182 orang, sekaligus melampaui capaian 2023 sebanyak 58.184 orang.
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, menyebut sektor informal kini semakin strategis karena mampu menyerap tenaga kerja yang terdampak perubahan di sektor pekerja formal, termasuk akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Ketika sektor formal mengalami tekanan, sektor informal menjadi tempat adaptasi masyarakat untuk tetap produktif dan bertahan secara ekonomi,” ujarnya pada Berauterkini.co.id, Kamis (29/1/2026).
Menurut Yudi, sektor informal di Berau didominasi oleh usaha perorangan dan skala kecil, seperti usaha rumahan, perdagangan kecil, hingga jasa.
Kemudahan perizinan, pembinaan UMKM, serta akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) turut mempercepat peralihan masyarakat ke sektor ini.
“Sekarang masyarakat relatif lebih mudah memulai usaha. Ini membuat sektor informal menjadi pilihan, bukan sekadar alternatif darurat,” jelasnya.
Meski begitu, sektor formal masih menjadi penopang utama ketenagakerjaan di Berau.

Pada 2025, jumlah pekerja formal tercatat sekitar 76.491 orang atau 55,18 persen dari total tenaga kerja, dengan konsentrasi terbesar di sektor pertambangan, perhotelan, restoran, dan jasa.
Namun ketergantungan Berau terhadap pertambangan yang menyumbang sekitar 50 persen aktivitas ekonomi daerah dinilai berisiko dalam jangka panjang.
Karena itu, dengan semakin berkembangnya sektor informal dilihat sebagai sinyal awal penguatan struktur ekonomi yang lebih beragam.
“Pertumbuhan sektor informal ini menunjukkan proses transformasi ekonomi sedang berjalan, meski belum sepenuhnya,” tutupnya.
