BERAU TERKINI – Kenaikan harga sejumlah komoditas kelompok makanan dan minuman masih menjadi penyumbang angka inflasi di Berau.

BPS Berau melaporkan bahwa inflasi year on year di Berau pada bulan November 2025 sebesar 2,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 110,04.

Angka tersebut naik setelah sebelumnya inflasi bulan Oktober mencapai 1,78 persen.

Inflasi berdasarkan kelompok pengeluaran paling besar dikeluarkan oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,30 persen dengan IHK 120,11.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 6,98 persen dengan IHK 116,74.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,33 persen dengan IHK 108,28, kelompok kesehatan sebesar 2,78 persen dengan IHK 134,36, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,65 persen dengan IHK 104,05.

Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki 0,46 persen dengan IHK 108,61, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,19 persen dengan IHK 99,64, kelompok perumahan, air listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,18 persen dengan IHK 103,33.

Komoditas penyumbang inflasi (YoY) kabupaten berau November 2025 terbesar didominasi oleh ikan layang atau ikan benggol dengan andil inflasi sebesar 0,64 persen.

“Masih tingginya curah hujan yang terjadi sejak Oktober 2025, memberikan dampak yang masih sama pada aktivitas penangkapan ikan laut, utamanya ikan layang,” ungkap Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, dalam keterangan resminya, Senin (01/12/2025).

Komoditas lain penyumbang inflasi (YoY) di Berau adalah emas perhiasan sebesar 0,68 persen, udang basah 0,18 persen, ikan tongkol atau ikan ambu-ambu 0,17 persen.

Ikan bandeng atau ikan bolu 0,13 persen, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 0,13 persen, beras 0,13 persen, ikan kembung atau ikan gembung 0,12 persen, nasi dengan lauk 0,10 persen, dan minyak goreng 0,10 persen.

Adapun kelompok yang mengalami penurunan indeks antara lain kelompok pendidikan dari 102,12 pada November 2024 menjadi 102,09 pada November 2025.

Lalu kelompok rekreasi olahraga dan budaya dari 106,95 pada November 2024 menjadi 105,57 pada November 2025.

Kemudian kelompok transportasi mengalami penurunan indeks dari 110,76 pada November 2024 menjadi 107,51 pada November 2025.