BERAU TERKINI – BPS Berau mengungkapkan kenaikan angka inflasi di bulan Januari 2026 disumbang oleh kenaikan tarif listrik.
Badan Pusat Statistik (BPS) Berau mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 3,78 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,94.
Angka inflasi di bulan Januari 2026 ini lebih tinggi dibandingkan angka inflasi pada Desember 2025 yakni 2,82 persen.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Berau, Mega Safira Aulia mengatakan kelompok yang menjadi penyumbang terbesar pada inflasi Januari 2026, diantaranya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
Di mana kelompok pengeluaran ini mengalami inflasi sebesar 12,98 persen dengan IHK sebesar 103,03 dengan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi y-on-y, yaitu tarif listrik sebesar 2,07 persen.
“Kelompok perumahan air listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 2,03 persen, dengan komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah tarif listrik,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (2/2/2026).
Kemudian kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 12,90 persen dengan andil 0,93 persen dengan IHK 124,28.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y yaitu emas perhiasan sebesar 0,85 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 3,73 persen dengan IHK 116,32. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y yaitu ikan layang atau ikan benggol sebesar 0,45 persen.
“Diikuti oleh komoditas emas perhiasan, ikan layang, ikan bandeng, ikan kembung, udang basah, ikan tongkol, sigaret keretek mesin, nasi dengan lauk, dan bawang merah,” ungkapnya.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mengalami inflasi sebesar 3,24 persen dengan IHK 108,28. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi y-on-y, yaitu nasi dengan lauk sebesar 0,10 persen
