BERAU TERKINI – Kenaikan harga emas dan harga pangan menjadi pemicu inflasi di Berau pada bulan Desember 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) Berau mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Desember 2025 sebesar 2,82 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,29.

Di mana angka IHK pada Desember 2025 ini menunjukkan kenaikan dibandingkan Desember 2024 yang berada di level 107,26.

Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudi, menjelaskan bahwa inflasi tahunan tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan serta perawatan pribadi.

“Inflasi y-on-y Desember 2025 sebesar 2,82 persen ini terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya,” ujar Yudi.

Selain inflasi tahunan, BPS Berau juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,23 persen, sementara inflasi year to date (y-to-d) hingga akhir tahun 2025 tercatat 2,82 persen.

Menurut Yudi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan inflasi y-on-y mencapai 6,83 persen dan andil sebesar 1,99 persen.

Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin. (Adrikni Sholikhati/BT)
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin. (Adrikni Sholikhati/BT)

Kenaikan harga terutama dipicu oleh komoditas perikanan seperti ikan layang, ikan tongkol, udang basah, dan ikan kembung, serta komoditas pangan lain seperti bawang merah, minyak goreng, beras, dan daging ayam ras.

“Komoditas hasil laut masih menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi di Berau, seiring dengan fluktuasi pasokan dan cuaca,” jelasnya.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi cukup tinggi sebesar 10,88 persen, dengan emas perhiasan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi dari kelompok tersebut.

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi. Kelompok transportasi tercatat mengalami deflasi terdalam sebesar 2,14 persen, yang terutama dipengaruhi oleh penurunan tarif angkutan udara.

“Deflasi pada kelompok transportasi cukup menahan laju inflasi secara keseluruhan, khususnya dari penurunan tarif angkutan udara,” kata Yudi.

Kelompok lain yang mengalami deflasi antara lain rekreasi, olahraga, dan budaya, perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga, serta pendidikan.

Untuk inflasi bulanan, Yudi menyebut kenaikan harga pada Desember 2025 dipicu oleh bawang merah, ikan layang, cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, dan bensin.

Sementara komoditas seperti beras, bayam, kangkung, ikan bandeng, dan gula pasir memberikan andil deflasi.

“Secara umum, perkembangan inflasi Berau hingga akhir 2025 masih relatif terkendali,” pungkasnya.(*)