BERAU TERKINI – Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh BPS diharapkan mampu memberi gambaran mengenai struktur perekonomian di Berau.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 pada Maret hingga Juli 2026 mendatang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk mencatat dan menyajikan gambaran utuh mengenai struktur serta perkembangan perekonomian, termasuk di Kabupaten Berau.
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, menjelaskan bahwa sensus ekonomi akan mendata jumlah unit usaha, jenis kegiatan ekonomi, struktur usaha, kendala, hingga karakteristik pelaku usaha di seluruh sektor.
Data tersebut diharapkan mampu menggambarkan kondisi riil perekonomian daerah secara menyeluruh.

“Sensus ekonomi ini akan memberikan potret lengkap perkembangan unit usaha dari setiap sektor ekonomi yang ada di Kabupaten Berau,” ujar Yudi Wahyudin.
Saat ini, BPS Berau masih melakukan sejumlah tahapan persiapan, mulai dari koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga perencanaan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Selain itu, BPS Berau juga tengah menyiapkan rekrutmen petugas sensus yang direncanakan mulai dibuka pada bulan-bulan berikutnya.
“Mungkin di bulan berikutnya kita mulai melakukan rekrutmen petugas,” ungkapnya.
Yudi menerangkan, secara nasional terdapat tiga jenis sensus yang rutin dilakukan BPS, yakni Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi.
Khusus sensus ekonomi, pelaksanaannya dilakukan setiap 10 tahun sekali, dengan sensus sebelumnya dilaksanakan pada 2016.
“Perbandingannya nanti menggunakan data sensus ekonomi 10 tahun lalu. Jadi kita bisa melihat apakah jumlah dan struktur usaha meningkat atau menurun,” jelasnya.
Ia menegaskan, sensus ekonomi berbeda dengan pertumbuhan ekonomi yang dihitung setiap tahun.
Pertumbuhan ekonomi bertujuan mengukur peningkatan aktivitas dan produksi ekonomi tahunan, sedangkan sensus ekonomi fokus pada perkembangan unit usaha dan struktur sektor ekonomi secara menyeluruh.
Untuk pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau tahun 2025 sendiri, Yudi menyebut masih dalam tahap perhitungan.
Lebih lanjut, Yudi menjelaskan bahwa sensus ekonomi dilakukan 10 tahun sekali karena cakupan pendataannya sangat luas, meliputi seluruh wilayah Indonesia, sehingga membutuhkan anggaran, tenaga kerja, dan waktu yang besar.
“Kalau dilakukan setiap tahun tentu akan sangat berat. Secara nasional maupun praktik di banyak negara, sensus ekonomi memang lazim dilakukan 10 tahun sekali,” tuturnya.
Terkait kebutuhan tenaga sensus, BPS Berau akan membuka pendaftaran petugas yang tersebar di 13 kecamatan.
Informasi resmi nantinya akan diumumkan melalui media sosial BPS Berau, meski hingga kini jumlah petugas yang dibutuhkan masih menunggu ketetapan dari BPS Pusat.
“Karena masih tahap persiapan dari pusat, jumlah petugas untuk Kabupaten Berau belum bisa dipastikan,” pungkasnya.(*)
