BERAU TERKINI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau berharap sejumlah fasilitas penunjang penanggulangan kebakaran dapat direalisasikan pada 2026.
Fasilitas yang diusulkan meliputi pengadaan hidran di kawasan padat penduduk dan pusat pemerintahan, fire boat and rescue, serta pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan ketiga fasilitas tersebut menjadi kebutuhan mendesak untuk mengantisipasi kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun perairan.
“Ini yang harus tersedia tahun ini atau paling tidak tahun depan,” ujar Nofian, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, urgensi pengadaan hidran didasari maraknya kebakaran di kawasan padat permukiman belakangan ini.
Akibat keterbatasan sumber air, hampir seluruh bangunan yang terbakar kerap tidak dapat diselamatkan.
Kondisi itu mendasari pihaknya menganggap keberadaan hydrant ini sangat penting untuk mengantisipasi dan meminimalisasi kebakaran jika terjadi.
“Kita memerlukan puluhan hydrant jenis basah, yang terkoneksi dengan jaringan PDAM sebagai sumber airnya,” jelasnya.
Adapun prioritas pemasangan hydrant sendiri yakni di kawasan padat pemukiman, sarana dan prasarana umum.
Selain itu, rumah ibadah, kawasan pendidikan, serta kesehatan.
“Tak kalah penting pemasangan hydrant di pusat perekonomian, seperti perbankan, dan pasar serta area kantor pemerintahan,” jelasnya.
Kemudian, untuk pembentukan relawan pemadam kebakaran, saat ini yang sudah mendaftar lebih dari 250 peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Berau.
Pada prinsipnya, pihaknya tidak membatasi jumlah pendaftar yang ingin bergabung menjadi relawan.
Menurut Nofian, relawan itu nantinya akan dibagi menjadi tiga regu, yakni regu pemadaman dan penyelamatan, regu penyuluh, dan regu komunikasi dan informasi.
“Masing-masing regu memiliki masing-masing tugas di lapangan. Adanya Redkar dapat menumbuhkan jiwa sosial dan gotong royong, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama, terutama ketika terjadi kebakaran,” paparnya.
“Dalam pendaftaran relawan ini, kami tidak membatasi jumlah maksimal dan tidak ada seleksi,” tambahnya.
Hanya diakuinya, Redkar tidak diberikan honor atau tunjangan apapun.
Keberadaannya murni karena panggilan nurani. Meski begitu, seluruh kelengkapan dan fasilitas Redkar akan dilengkapi oleh pemerintah.
“Mereka setelah direkrut akan dikukuhkan, dilatih, diberikan alat pelindung diri, dan sarana prasarana dari Pemkab Berau,” paparnya.
Adapun untuk fire boat dan rescue lebih kepada penyiapan ketika Dinas Pemadam Kebakaran terbentuk nantinya.
Fungsi fire boat sendiri untuk melakukan pemadaman pemukiman yang berada di bantaran Sungai Segah ataupun Kelay.
Seperti beberapa kali kebakaran yang terjadi di Jalan Milono belum lama ini.
Fire boat juga dapat digunakan untuk mendukung penyelamatan dan evakuasi di wilayah air.
“Setidaknya dibutuhkan dua unit untuk memaksimalkan pemadaman dan pencegahan,” ujarnya.
Dirinya berharap, fasilitas-fasilitas tersebut dapat diadakan untuk memaksimalkan pemadaman serta mencegah timbulnya kerugian yang lebih besar akibat kebakaran. (*)
