BERAU TERKINI – Sebanyak 11 kampung terdampak luapan air Sungai Kelay, BPBD Berau menyebut kondisi luapan air masih dalam batas aman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menyebut wilayah terdampak luapan air Sungai Kelay meliputi Kecamatan Kelay, Kecamatan Segah, dan Kecamatan Sambaliung.

“Untuk Kelay ada Merasa, Segah itu Long Ayap, Long Ayan, dan Tepian Buah. Kemudian di Sambaliung ada Long Lanuk, Inaran, Bena Baru, Tumbit Melayu, Teluk Bayur, Tumbit Dayak, dan Labanan Makarti. Semuanya sudah ada genangan air, tapi masih di batas normal,” jelasnya pada Berauterkini.co.id

Nofian mengingatkan bahwa potensi peningkatan curah hujan masih tinggi akibat siklus atau awan siklon yang saat ini berada di bagian utara.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat bergerak ke wilayah Kaltim, termasuk Berau.

“Yang harus diwaspadai adalah siklus siklon. Awan itu sekarang lagi ada di utara. Kalau turun ke kita, intensitas hujan bisa tinggi, lebat, dan lama dampaknya bisa kena di wilayah ulu,” ujarnya.

Menurutnya, hujan ekstrem pada periode Oktober–Desember memang rutin terjadi setiap tahun berdasarkan data BPBD. Namun keberadaan siklon memperbesar potensi banjir bandang.

Untuk penanganan awal, BPBD Berau telah menggeser personel ke kawasan yang berpotensi terdampak paling parah.

Foto udara kampung terdampak luapan air Sungai Kelay (Ist)
Foto udara kampung terdampak luapan air Sungai Kelay (Ist)

“Kita alihkan anggota ke wilayah banjir bandang di ulu. Ada dua tim yang membawa perahu karet dan mobil double cabin. Selain evakuasi, mereka juga melakukan sosialisasi dan membantu warga yang ingin dipindahkan ke dataran tinggi, baik orang maupun harta bendanya,” terang Nofian.

Ia menambahkan, komunikasi dengan tim di lapangan masih berjalan lancar melalui sambungan telepon.

“Anggota selalu update. Memang belum bisa menjangkau hulu paling ujung, tapi komunikasi masih bisa.”

Nofian menegaskan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan ekstrem masih berlangsung.

“Intinya, masyarakat harus siap-siaga. Yang penting jangan sampai ada korban jiwa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh video atau informasi lama yang kembali beredar.

Nofian juga menyebut bahwa lokasi pengungsian sementara telah disiapkan di dataran tinggi kampung, meski jumlah SDM tim evakuasi internal masih terbatas.

“Kita siap siaga. Peralatan evakuasi sudah kita gerakkan, tinggal masyarakat juga perlu tetap waspada,” pungkasnya.

Lebih jauh, BPBD Berau mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan luapan air sungai untuk:

Selalu memantau kondisi cuaca dan debit air sungai.
Segera mengungsi ke dataran tinggi jika air mulai naik.
Menghindari aktivitas di bantaran sungai saat hujan deras.
Menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, pakaian, obat-obatan, makanan ringan, dan air minum.
Mematikan listrik dan gas saat akan mengungsi.
Mengikuti instruksi resmi petugas.
Tidak menyebarkan informasi hoaks terkait bencana.