BERAU TERKINI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob hingga 7 Desember 2025.

Peringatan ini disampaikan seiring prediksi pasang maksimum air laut yang berpotensi menyebabkan genangan di wilayah rendah.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan, banjir rob merupakan fenomena ketika air laut masuk ke daratan akibat naiknya permukaan air, terutama saat fase pasang maksimum.

Kondisi tersebut dapat diperparah oleh gelombang tinggi, badai, hingga faktor perubahan iklim.

“Masyarakat di wilayah pesisir dan daerah aliran sungai kami imbau untuk tetap waspada, terutama saat puncak pasang terjadi,” ujar Ade, Kamis (4/12/2025).

BMKG Berau juga merilis Prakiraan Pasang Surut Muara Sungai Berau periode 1–10 Desember 2025.

Ade mengungkapkan, pasang tertinggi diperkirakan terjadi 7 Desember 2025 dengan ketinggian 2,9 meter pada pukul 21.00 WITA.

Adapun surut terendah terjadi pada 6 Desember 2025 dengan ketinggian 0,2 meter pada pukul 02.00 WITA.

Ade menegaskan, informasi pasang surut sangat penting bagi masyarakat Berau.

Hal itu mengingat banyaknya pemukiman di wilayah pesisir, serta aktivitas masyarakat yang bergantung pada daerah aliran sungai.

“Tetap waspada namun jangan panik,” katanya.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir rob, termasuk nelayan, pemilik tambak, hingga pelaku usaha di pesisir, agar mewaspadai waktu terjadinya pasang tertinggi.

“Kami juga mengingatkan agar selalu mengamankan barang atau peralatan di area rendah dan mudah tergenang,” katanya.

Pihaknya juga memastikan akan terus memperbarui informasi cuaca dan kondisi maritim secara berkala sebagai langkah mitigasi bagi masyarakat pesisir. (*)