BERAU TERKINI – Tidak digelarnya lomba perahu panjang dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau dan ke-215 Kota Tanjung Redeb pada September ini menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat.

Ketua Mayang Santana Perahu Panjang, Masrani, mengatakan, lomba perahu panjang selama ini menjadi salah satu kegiatan yang selalu dinanti dan mampu menarik antusiasme masyarakat dalam jumlah besar.

Tradisi tersebut bahkan dianggap sebagai ikon perayaan yang kerap mewarnai suasana hari jadi.

“Seharusnya lomba perahu panjang ini menjadi salah satu acara utama. Karena kegiatan ini sebelumnya rutin dilaksanakan di perayaan-perayaan sebelumnya,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).

Dia menilai, tanpa adanya lomba itu, suasana peringatan Hari Jadi Berau tahun ini terasa kurang semarak. 

Menurutnya, selain menjadi hiburan rakyat, lomba perahu panjang juga sarat dengan nilai budaya dan kebersamaan.

Acara ini sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Berau dan selama ini terjaga melalui kegiatan turun-temurun.

Masrani berharap, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kembali agar lomba tersebut bisa digelar pada tahun mendatang.

“Kalau ada lomba perahu panjang, sungai di sekitar Tanjung Redeb pasti ramai sekali. Semua orang berkumpul, bukan hanya untuk menonton, tapi juga untuk bersilaturahmi. Itu yang kami rindukan,” katanya.

Bagi sebagian warga, lomba tersebut bahkan sudah menjadi identitas lokal yang membedakan perayaan hari jadi di Berau dengan daerah lain. (*)