BERAU TERKINI – Di tengah banyaknya keluhan kepala kampung terkait efisiensi anggaran, Bupati Berau, Sri Juniarsih, justru mensyukuri penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Sri Juniarsih saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tabalar, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, kondisi ini menjadi momentum penting bagi kampung-kampung untuk bangkit, berinovasi, dan lebih kreatif dalam menggali potensi lokal.

Sri Juniarsih mengungkapkan, dampak pemangkasan TKD sangat terasa pada alokasi dana kampung 2026.

Jika pada 2025 total dana kampung di Berau mencapai Rp320 miliar, maka pada 2026 turun drastis menjadi Rp145 miliar. Angka tersebut diakuinya cukup mengejutkan banyak pihak.

“Kalau boleh saya bilang, saya justru bersyukur dengan menurunnya TKD ini,” ujarnya dihadapan peserta Musrenbang.

Ia menilai, selama ini pemerintah kampung cenderung “dimanjakan” dengan besarnya alokasi APBD serta bantuan dari pemerintah provinsi maupun daerah.

Kondisi keuangan yang belum stabil membuat banyak potensi alam di kampung belum tergarap secara optimal.

Menurutnya, Berau memiliki sumber daya alam yang melimpah di setiap kampung.

Jika dikelola dengan maksimal, potensi tersebut mampu meningkatkan pendapatan asli kampung dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Ini bisa kita maknai sebagai teguran bersama, kita masih punya banyak sumber daya alam lain yang bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sri Juniarsih menekankan, tanggung jawab untuk berinovasi tidak hanya berada di pundak kepala kampung.

Seluruh elemen kampung, seperti LPM, PPK, Karang Taruna, PKK, hingga Dekranasda harus terlibat aktif dan kreatif dalam mengembangkan potensi lokal.

Pemerintah daerah pun, kata dia, siap memberikan dukungan penuh.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut hadir dan diminta mengikuti rangkaian Musrenbang hingga selesai.

“Ini dilakukan agar OPD dapat langsung melihat, mendampingi, dan memaksimalkan pengelolaan potensi sumber daya alam di kampung-kampung,” paparnya.

Dia menilai, Kecamatan Tabalar memiliki kekayaan sumber daya perikanan dan pertanian.

Dia menyebut, kekayaan alam itu sebagai karunia luar biasa yang selama ini belum dikelola secara maksimal.

“Karena itu saya mendorong para kepala kampung untuk lebih kreatif dan inovatif, serta aktif berkoordinasi dengan seluruh kepala OPD,” pungkasnya. (*)