BERAU TERKINI – Pemberdayaan perempuan lewat penguatan UMKM berhasil menurunkan indeks ketimpangan gender di Berau.
Pemkab Berau menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu pilar penting pembangunan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut dinilai berdampak langsung terhadap penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penurunan ketimpangan gender.
Sekda Berau, Muhammad Said, menegaskan bahwa kebijakan pemberdayaan perempuan dijalankan secara terstruktur dengan mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG).
Regulasi ini menjadi dasar dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah, termasuk di sektor ekonomi.
Hasilnya terlihat dari membaiknya capaian Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kabupaten Berau.

Berdasarkan survei terbaru yang dirilis pada Mei 2025, nilai IKG Berau pada 2024 tercatat sebesar 0,421, turun signifikan dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 0,502.
Menurut Muhammad Said, penurunan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya peran perempuan dalam aktivitas ekonomi produktif. Saat ini, lebih dari 16 ribu UMKM di Kabupaten Berau digerakkan oleh perempuan.
Kontribusi ini dinilai tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
“Perempuan tidak lagi hanya menjadi pelengkap, tetapi telah menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya di sektor UMKM,” ujar Muhammad Said.
Selain penguatan ekonomi, Pemkab Berau juga mengoptimalkan perlindungan terhadap perempuan dan anak sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang inklusif.
Program pendampingan korban kekerasan, pemulihan trauma, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan peran perempuan dalam pembangunan.
Said menekankan bahwa perencanaan pembangunan yang responsif gender merupakan kunci agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, terus diperkuat agar penurunan ketimpangan gender berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Penurunan ketimpangan gender bukan hanya isu sosial, tetapi juga strategi ekonomi jangka panjang bagi Kabupaten Berau,” tutupnya.(*)
