TANJUNG REDEB – Perjalanan bisnis tidak selamanya mulus. Bagi Ipeyola, seorang pengusaha asal Tanjung Redeb, Berau, jalan yang ia tempuh penuh dengan kerikil tajam. 

Namun, pengalaman pahit berkali-kali ditipu oleh supplier justru menjadi titik balik yang melahirkan sebuah kesuksesan tak terduga.

Pemilik jenama HartaKarun ini memulai usahanya sejak 2016. Dalam perjalanannya, ia harus menelan pil pahit ditipu oleh pemasok barang dagangannya. Alih-alih menyerah, Ipeyola memilih untuk bangkit dengan cara yang unik.

“Beberapa kali saya tertipu oleh supplier. Tapi saya tidak menyerah, terus berusaha, dan mencari solusi agar bisa bangkit kembali. Dan alhamdulillah saya bisa bangkit kembali dengan mengumpulkan uang dari endorsment untuk dijadikan modal jualan,” kenangnya.

Luka dari pengalaman tersebut membuatnya sadar akan risiko jika terus bergantung pada pihak lain. Ia pun memutuskan untuk menciptakan produknya sendiri. 

Pilihan jatuh pada parfum, sebuah produk yang memungkinkannya bereksplorasi dan menawarkan sesuatu yang berbeda kepada pasar.

“Dan saat ini produk yang saya fokuskan adalah parfum, karena request racik sendiri. Aromanya antimainstream, yang pasti berbeda dengan yang banyak dijual di pasaran. Untuk pabrik racikannya di luar Berau, jadi aku dikirimin sample aroma, lalu nanti dibuat sendiri, dan dikirim kembali, lalu diproses di pabrik. Nama produknya juga saya yang tentukan sendiri,” bebernya.

Keputusan itu terbukti tepat. Parfum racikannya yang unik berhasil merebut hati konsumen. Kini, bisnis HartaKarun yang juga memiliki toko fisik di Jalan Murjani II itu mampu meraup omzet hingga belasan juta rupiah setiap bulannya.

Keberhasilannya tidak hanya ditopang oleh keunikan produk, tetapi juga strategi pemasaran modern. Ipeyola aktif memanfaatkan media sosial dan membangun jaringan reseller yang solid, bahkan salah satunya berada di Aceh. 

“Ada 3 reseller yang selalu repeat order. Dan reseller saya yang paling jauh ada di Aceh. Kalau kalian lagi diluar kota juga bisa banget order by dm ig @hartakarun.ipeyola. untuk omsetnya Alhamdulillah di angka belasan juta setiap bulannya. Ini juga berkat beberapa pelatihan yang saya ikuti secara online diantaranya personal branding,” tutupnya.

Baginya, semua ini adalah buah dari kemauan untuk terus belajar, termasuk mengikuti berbagai pelatihan personal branding secara daring.

Kini, Ipeyola berharap kisahnya dapat menjadi pemantik semangat bagi pelaku UMKM lain di Berau untuk bisa naik kelas. Ia bermimpi produk-produk lokal tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar internasional dengan dukungan penuh dari pemerintah. (Adv/aya)