BERAU TERKINI – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk kerajinan lokal.
Beberapa bantuan peralatan kepada kelompok perajin di tiga kecamatan mulai direalisasikan, meski program tersebut sejatinya telah direncanakan sejak tahun sebelumnya.
Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, menjelaskan, bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program akhir 2025 yang baru bisa direalisasikan pada awal 2026.
Bantuan tersebut dirancang berbasis kebutuhan riil yang disampaikan langsung oleh para perajin.
“Bantuan ini memang sudah kami rencanakan sejak tahun lalu dengan harapan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas produk dan semangat kerja para perajin,” ujar Edy, Jumat (23/1/2026).

Edy menegaskan, pola penyaluran bantuan dilakukan dengan prinsip tepat guna dan tepat sasaran.
Setiap peralatan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan yang diajukan kelompok perajin.
“Perajin menyampaikan langsung kebutuhannya ke kami. Mereka bilang butuh apa, itu yang kami berikan. Jadi tidak asal-asalan,” jelasnya.
Adapun kelompok perajin yang menerima bantuan meliputi kelompok kerajinan anyaman rotan Kecamatan Bidukbiduk, kelompok kerajinan limbah kelapa Kecamatan Bidukbiduk, kelompok kerajinan sentra tenun Kecamatan Sambaliung, serta kelompok kerajinan limbah kelapa Kecamatan Maratua.
Selain bantuan yang bersumber dari anggaran daerah, Edy menyebut Dekranasda juga melibatkan partisipasi pihak lain, termasuk dukungan korporasi, untuk menyokong berbagai kegiatan pengembangan kerajinan.
“Sebagian anggaran Diskoperindag memang dialokasikan untuk Dekranasda dan itu dibenarkan secara aturan. Kami juga mengajak partisipasi pihak korporasi untuk ikut mendukung dan Alhamdulillah responsnya cukup baik,” katanya.
Tak hanya menyasar perajin, Dekranasda Berau juga menargetkan penguatan internal kelembagaan.
Salah satu capaian penting adalah terbangunnya ruang kerja baru Dekranasda yang berlokasi di kawasan Tepian, tepatnya di bawah Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau.
“Target internal kami juga sudah tercapai. Sekarang sudah ada ruang kerja Dekranasda, lengkap dengan ruang rapat. Ke depan, kami rencanakan ada mini galeri untuk memajang produk-produk kerajinan,” ungkap Edy.
Untuk 2026, Dekranasda Berau juga mengusulkan pembangunan UMKM Center dengan luasan lahan sekitar empat hektare.
Meski masih menyesuaikan kemampuan keuangan daerah, Edy menilai rencana tersebut akan menjadi lompatan besar bagi pengembangan kerajinan dan UMKM di Berau.
“Kalau ini bisa terealisasi, luar biasa. Ini akan jadi kemajuan besar untuk Dekranasda,” tegasnya.
Edy mengakui, jika dibandingkan dengan daerah lain, khususnya di Pulau Jawa, perkembangan Dekranasda Berau memang masih tertinggal.
Namun, ia optimistis dengan kualitas produk kerajinan lokal yang dinilai sudah sangat potensial.
“Kita memang baru memulai, tapi produk kita sudah luar biasa. Tinggal bagaimana terus kita dorong agar bisa setara dengan daerah-daerah lain,” pungkasnya. (*/Adv)
