BERAU TERKINI – Untuk memastikan program MBG berjalan 100 persen, Berau masih membutuhkan 51 SPPG.
Dari total kebutuhan 61 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), baru 10 dapur yang saat ini beroperasi.
Padahal, keberadaan dapur menjadi kunci utama dalam memastikan distribusi makanan bergizi bagi anak-anak dan kelompok sasaran lainnya.
Kepala Dinas Pangan Berau sekaligus anggota Satgas MBG, Rakhmadi Pasarakan, menyebutkan bahwa Berau membutuhkan 30 dapur SPPG di wilayah aglomerasi dan 31 dapur di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Namun, proses percepatan masih terkendala pola koordinasi yang terpusat. Menurut Rakhmadi, dominasi kendali pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) membuat ruang gerak daerah dalam menyelesaikan persoalan teknis menjadi terbatas.
Padahal, banyak aspek teknis yang dinilai bisa ditangani langsung oleh pemerintah daerah.
“Urusan teknis seharusnya dapat diselesaikan di tingkat wilayah Berau, agar pelaksanaan program lebih cepat dan adaptif dengan kondisi lokal,” ujarnya.

Pemkab Berau pun terus melakukan koordinasi dengan BGN untuk meminta kejelasan peran serta bentuk dukungan yang dapat dilakukan daerah, termasuk peluang melibatkan mitra lokal secara lebih luas.
Evaluasi juga dilakukan terhadap pengalaman sebelumnya, ketika mitra dari luar daerah mengambil alih 18 titik SPPG namun tidak menunjukkan progres pembangunan dalam hampir satu bulan.
Pemkab Berau berharap pelaksanaan MBG tidak hanya bergantung pada skema pusat, tetapi juga memberi ruang bagi daerah untuk bergerak cepat, sehingga manfaat program dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
“Ini jadi pelajaran penting bagi kamu untuk mendorong pemanfaatan sumber daya dan pelaku lokal yang bisa lebih memahami kondisi lapangan,” terangnya.(*)
