BERAU TERKINI – Penundaan event Berau Expo 2025 dan pengalihan anggarannya untuk kegiatan sosial masyarakat senilai Rp3 miliar dinilai tak mengganggu capaian realisasi investasi.
Sehingga, pelaksanaan event dalam rangka Hari Jadi Berau sekaligus agenda promosi investasi masih bisa ditoleransi ketika tak digelar tahun ini.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, menyatakan, pengalihan anggaran tersebut merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk mengikuti arahan pemerintah pusat.
“Tidak masalah sebenarnya, karena realisasi investasi tahun ini sudah tercapai. Tapi memang, ada target juga yang harus dikejar untuk tahun depan,” kata Nanang, Selasa (4/11/2025).
Dirinya membeberkan, pada Triwulan III 2025, realisasi investasi di Berau sudah mencapai Rp5,1 triliun atau lebih dari target pemerintah sebesar Rp4,7 triliun.
Angka tersebut juga masih sama dengan capaian Triwulan II 2025. Sebab, belum ada lagi perusahaan besar yang menanamkan modal besar untuk berinvestasi di Berau.
“Angka masih sama. Tapi itu sudah melebihi target,” sebutnya.
Dia berharap, ke depan kondusifitas di daerah tetap aman dan kondusif karena menjadi pertimbangan investor mau menanamkan modalnya di daerah.
“Kalau kembali kondusif, bukan hanya boleh gelar Expo, tapi investor juga ramai yang datang,” sebutnya.
Dirinya tak memungkiri bila Expo merupakan agenda penting bagi pemerintah untuk mengenalkan potensi daerah.
Berau Expo menjadi pintu masuk bagi para calon investor untuk menanamkan modal di Berau.
Sehingga, dirinya berharap Expo tahun depan akan digelar lebih meriah dan dapat melepas ‘haus hiburan’ masyarakat Bumi Batiwakkal.
“Saya juga pengen kalau ada expo banyak hiburan yang bisa kita nikmati,” ucapnya.
Nanang menambahkan, selain Berau Expo, terdapat agenda promosi lain yang dapat dimanfaatkan, termasuk menjadi tamu dalam event yang digelar di luar daerah.
“Itu metode lain yang juga masih relevan untuk dilakukan,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan pentingnya peremajaan Perda Nomor 9 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2016-2036 yang saat ini masih terus bergulir dan ditarget rampung pada 2026.
“Kalau itu final, semakin enak kami jualan ke calon investor,” bebernya.
Selain itu, dia juga mengungkapkan pentingnya sikap masyarakat yang bisa ramah terhadap investor.
Keramahan warga Bumi Batiwakkal itu akan menjadi lampu hijau bagi para calon investor untuk beroperasi di daerah.
“Jangan orang belum bekerja, sudah banyak pajak yang harus dibayar,” pesan dia. (*)
