BERAU TERKINI – PT Berau Coal kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga budaya lokal dengan mendukung penyelenggaraan Abut Barintak Fest 2025 di Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung.
Bagi masyarakat Gurimbang, Abut Barintak bukan sekadar pesta rakyat, melainkan warisan leluhur yang merekatkan kebersamaan.
Secara bahasa, abut berarti upacara, sementara barintak bermakna memukul dayung ke perahu, sebagai simbol panggilan untuk berkumpul.
Tradisi ini menjadi identitas kuat Suku Banua yang terus dijaga hingga kini.
Community Relations Manager PT Berau Coal, Muhammad Sulaiman, menjelaskan, dukungan terhadap Abut Barintak Fest tidak hanya untuk melestarikan budaya. Tetapi juga sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat.
“Abut Barintak Fest membawa banyak manfaat, seperti menjadi sarana pelestarian budaya Banua agar adat tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya,” ungkap Sulaiman.
“Perayaan ini juga menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kampung, sekaligus membuka peluang pengembangan sektor lain seperti pertanian dan ekonomi kreatif,” sambungnya.
Sulaiman menambahkan, selain menjaga tradisi, festival tahunan ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang melibatkan masyarakat Gurimbang secara langsung, baik dalam kegiatan budaya maupun ekonomi.
“Pada akhirnya, hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” terangnya.
Dukungan ini mendapat apresiasi Kepala Kampung Gurimbang, Juliansyah.
Ke depan, dia berharap Abut Barintak Fest bisa semakin mengenalkan kebudayaan Suku Banua ke masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Atas nama kampung, saya mengucapkan terima kasih kepada Berau Coal dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini,” ujarnya.
Tahun ini, Abut Barintak Fest sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-182 Kampung Gurimbang. Festival dibuka pada 14 Agustus 2025 di GOR Basinar dan berlangsung hingga 2 September 2025.
Rangkaian acaranya juga beragam, mulai dari lomba perahu panjang tradisional, bulu tangkis, memancing, karaoke, pawai budaya, jalan santai, tenis meja, sepak takraw, catur, bola voli, panjat pinang, hingga lomba anak-anak.
“Lomba perahu panjang yang menjadi ikon festival dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Agustus mendatang,” terangnya.
Sebagai penutup, akan digelar tradisi khas Banua yakni Manutung Jukut dan Menyukku sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan warga Gurimbang.
Melalui dukungan ini, Berau Coal berharap Abut Barintak Fest tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan. Tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas, menumbuhkan kebanggaan, dan memperkenalkan kearifan lokal Banua kepada generasi mendatang. (*/Adv)
