BERAU TERKINI – Sebanyak 80 ribu porsi makanan per hari dibutuhkan untuk program MBG di Berau, Dinas Pangan sebut peluang ekonomi besar.
Dinas Pangan Berau menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian lokal dan koperasi daerah.
Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya petani dan koperasi lokal.
Menurut Rakhmadi, dengan berjalannya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara maksimal, kebutuhan akan bahan pangan segar dipastikan akan meningkat tajam. Kondisi ini, kata dia, dapat dimanfaatkan oleh petani lokal untuk menyalurkan hasil panennya ke pasar yang lebih pasti dan berkelanjutan.
“Ketika dapur SPPG berjalan dengan maksimal, tentu kebutuhan pangan akan melonjak. Ini adalah peluang besar bagi petani lokal agar hasil panennya bisa terserap langsung oleh pasar. Begitu juga koperasi lokal, seperti Koperasi Merah Putih, bisa ikut terlibat dalam rantai pasok pangan ini,” jelasnya saat ditemui Berauterkini.co.id, di Kantor Dinas Pangan, Rabu (10/9/2025).
Rakhmadi juga mengungkapkan bahwa apabila program MBG diterapkan secara menyeluruh di Kabupaten Berau, diperkirakan akan ada sekitar 80 ribu paket makan bergizi yang harus didistribusikan setiap harinya. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan aktivitas SPPG yang saat ini tengah dipersiapkan pemerintah daerah.
Target pembangunan dapur SPPG pun mengalami penyesuaian. Ia menyebutkan, dari yang sebelumnya hanya 20 titik, kini ditargetkan menjadi 29 titik SPPG, mengikuti ketentuan dari pemerintah pusat yang menetapkan bahwa satu SPPG harus mampu mendistribusikan 3.000 paket MBG per hari.

“Kalau semua sudah berjalan, kita akan membutuhkan total distribusi sebanyak 80 ribu MBG per hari. Maka dari itu, jumlah SPPG yang kita bangun juga harus menyesuaikan. Target kita, tahun depan seluruh SPPG rampung dibangun,” ungkapnya.
Saat ini, baru dua SPPG yang telah beroperasi secara aktif, yakni SPPG Karang Ambun dan SPPG Gunung Panjang. SPPG Karang Ambun saat ini baru mampu mendistribusikan sebanyak 1.693 paket MBG per hari, sementara SPPG Gunung Panjang mendistribusikan 1.611 paket per hari.
Lebih lanjut, Rahkmadi menuturkan bahwa untuk memastikan mutu pangan, pihaknya memiliki tim Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD).
Melalui tim tersebut, ia bilang, setiap pasokan pangan segar akan ditelusuri asalnya, baik dari lokal maupun luar daerah. “Kalaupun itu ada yang dari luar daerah, kami juga akan tetap cek stok pangan mereka,” imbuhnya.
Meski masih dalam tahap awal, dia mengatakan Dinas Pangan Berau optimistis program MBG ini akan terus berkembang seiring dengan kesiapan infrastruktur serta keterlibatan aktif dari berbagai pihak, terutama petani dan koperasi lokal. Rakhmadi menekankan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program ini.
“Harapan kami, dengan adanya program MBG ini, bukan hanya kebutuhan gizi anak-anak yang terpenuhi, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi lokal. Kami ingin petani kita bisa lebih sejahtera karena hasil pertaniannya memiliki pasar yang jelas. Begitu juga koperasi, bisa tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari ekosistem penyedia bahan pangan segar di daerah,” tegas Rakhmadi.
Ia juga berharap koordinasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari pihak kecamatan, kelurahan, hingga pelaku usaha kecil di bidang pangan agar pelaksanaan MBG benar-benar berdampak luas, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi masyarakat Berau. (*)
