BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau terus memacu modernisasi sektor perikanan daerah dengan aktif membuka peluang investasi asing. 

Upaya ini bertujuan ganda, yakni memperkuat aktivitas nelayan lokal melalui peningkatan teknologi sekaligus memperluas akses pasar komoditas hasil laut Berau ke kancah internasional.

Sekretaris Kabupaten Berau, Muhamad Said, menegaskan, peningkatan teknologi penangkapan ikan menjadi poin penting untuk mendongkrak hasil tangkapan nelayan secara signifikan. 

Ketertarikan investor asing, termasuk dari Tiongkok, dilihat sebagai momentum emas untuk mempercepat langkah modernisasi tersebut.

“Kami ingin nelayan kita memiliki fasilitas yang lebih baik. Teknologi baru akan sangat membantu mereka dalam meningkatkan efisiensi dan hasil tangkapan,” kata Said.

Menurut Said, berbagai wilayah pesisir di Berau telah dipetakan untuk dijadikan pusat pengembangan perikanan jika kerja sama investasi terealisasi. 

Wilayah seperti Tabalar, Biatan, Talisayan, Batu Putih, hingga Bidukbiduk disebut akan menjadi sentra aktivitas nelayan yang lebih kuat dan modern.

Said juga menegaskan, pemerintah tidak hanya berfokus pada alat tangkap, tetapi juga pada pemasaran dan akses pasar global.

“Dengan fasilitas yang memadai dan akses pasar yang lebih luas, hasil tangkap nelayan bisa lebih stabil dan menguntungkan,” ujarnya.

Potensi perikanan Berau menunjukkan tren positif yang menarik bagi investor. 

Pada 2023, produksi perikanan Berau mencapai 33.475 ton. Sementara, pada Semester I/2024, hasil tangkapan sudah menyentuh angka 13.904 ton lebih.

Angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan menguatnya aktivitas nelayan dan implementasi modernisasi.

“Potensinya besar, investornya ada, dan masyarakat siap berkembang. Ini peluang besar untuk menjadikan pesisir Berau sebagai pusat ekonomi baru di wilayah timur,” tutup Said. (*/Adv)