BERAU TERKINI – Sebanyak 28 kelurahan dan kampung di Kabupaten Berau kini secara resmi direplikasi sebagai Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak (K2RPPA). 

Inisiasi positif ini bertujuan memperkuat komitmen dan kepedulian bersama terhadap perempuan dan anak, yang dinilai memiliki peranan krusial dalam menyukseskan program pembangunan kampung dan daerah.

Program K2RPPA ini hadir sebagai jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dan anak di tengah masyarakat, seperti pekerjaan anak, tingginya kasus kekerasan, hingga perkawinan pada anak. 

Isu-isu ini memberikan kontribusi besar terhadap tingginya indeks ketimpangan gender di daerah.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengatakan, Kabupaten Berau harus siap menjadi daerah yang ramah perempuan dan peduli anak.

Semua anak dipastikan mendapatkan pengasuhan berbasis hak anak dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan.

“Oleh karena itu, peran dari lintas OPD juga sangat penting. Perlu ditingkatkan komitmen bersama agar kegiatan ini dapat berjalan secara optimal,” ujar Sri Juniarsih, beberapa waktu lalu.

Sri Juniarsih mengakui, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Berau masih tergolong cukup banyak dan sangat memprihatinkan. 

Sebagai upaya pencegahan dan penanganan, perlu adanya kerja sama erat dengan lembaga layanan yang tersedia. Salah satunya adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau diminta untuk bersinergi aktif dengan UPTD terkait. 

Sinergi ini bertujuan untuk mengatasi, mencegah kekerasan dan merehabilitasi kembali korban-korban dari kasus kekerasan tersebut.

Dengan adanya penandatanganan komitmen dari 28 wilayah ini, diharapkan Kabupaten Berau dapat menunjukkan keseriusan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang optimal bagi setiap warganya. (*/Adv)