BERAU TERKINI – Satuan Tugas Pangan Gabungan yang terdiri dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Polda Kalimantan Timur menemukan banyak distributor dan agen di Kabupaten Berau yang menjual beras medium dan premium di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Penetapan HET beras tersebut didasarkan pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 299 Tahun 2025 tentang Beras Premium dan Medium, serta Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2024 tentang Beras SPHP.
Berdasarkan ketentuan tersebut, Kalimantan yang masuk dalam Zona 2 ditetapkan HET beras medium Rp14.000 per kilogram. HET beras premium di Zona 2 sebesar Rp15.400 per kg. Sementara, harga untuk beras SPHP Rp13.100 per kg.
Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim, AKBP Haris Kurniawan, menjelaskan, rata-rata harga yang beredar di Kabupaten Berau masih di atas HET, di mana paling tinggi di angka Rp17.000 per kg untuk beras premium.
Menurut Hari, sesuai pemaparan distributor, harga yang melambung itu karena harga beli pada tempat beras dipasok sudah cukup tinggi.
“Sehingga, untuk menutupi biaya operasional hingga ke Berau, harga beras dinaikkan dari ketentuan menyebabkan konsumen mendapat harga yang tidak sesuai ketentuan pemerintah,” ungkap Haris, Jumat (24/10/2025).
Haris mengatakan, distributor telah berjanji untuk menurunkan harga beras sesuai dengan harga HET. Kepatuhan tersebut harus dijalankan oleh seluruh distributor yang ada di Bumi Batiwakkal.
Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan juga akan menerbitkan teguran secara tertulis kepada distributor beras dan diberi waktu tujuh hari untuk menurunkan harga. Selama jangka waktu tersebut, tim satgas akan melakukan pemantauan secara berkala.
“Selama satu minggu ke depan, kami akan mengecek kembali apakah yang bersangkutan sudah menurunkan harga atau belum. Jika belum, maka sanksi beratnya adalah kami akan merekomendasikan pencabutan izin usaha,” tegasnya.
Ketua Tim Pokja Stabilisasi Pasokan Pangan, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, menyebut, Berau merupakan kunjungan keempat Satgas Pangan Gabungan di wilayah Kaltim.
Sebelumnya, wilayah yang telah disidak meliputi, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
“Khusus di Kabupaten Berau, dari data kunjungan lapangan yang kami himpun, memang sumber pasokan berasal dari Sulawesi Selatan dan Surabaya. Harga di kedua provinsi itu sudah tinggi,” ujarnya.
Mendapati fakta tersebut, Bapanas akan melacak lebih lanjut sumber pasokan beras yang dikirim ke Bumi Batiwakkal. Diharapkan, suplier bisa ikut menurunkan harga di bawah HET.
“Sehingga, harga beras nanti bisa terjangkau untuk masyarakat Kaltim secara luas,” pungkasnya. (*)
