BERAU TERKINI – Anggaran Rp 113 miliar dari BGN untuk jasa Event Organizer atau EO menjadi sorotan publik.
Publik kembali menyoroti anggaran Badan Gizi Nasional atau BGN.
Kali ini sorotan publik mengarah pada anggaran jasa event organizer atau EO.
Jumlah anggarannya pun cukup besar yakni mencapai Rp 113 miliar. Kepala BGN Dadan Hindayana pun buka suara soal anggaran jumbo untuk EO.
Menurut Dadan Hindayana, anggaran untuk EO disediakan oleh BGN lantaran di tahap awal pembentukan BGN, badan tersebut belum memiliki SDM yang cukup.

“Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” ujar Dadan Hindayana dikutip dari laporan BeritaSatu.
“Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu. EO hadir sebagai solusi jembatan agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” tambahnya.
Dadan Hindayana menegaskan anggaran BGN untuk jasa EO disampaikan secara transparan dan diumumkan kepada publik.
“Setiap pengeluaran dilakukan melalui mekanisme yang berlaku serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya anggaran BGN untuk program selain makan bergizi gratis atau MBG kerap menjadi sorotan publik.

Sebelumnya BGN diketahui membeli puluhan ribu motor listrik untuk membantu operasional kepala SPPG.
Pembelian motor listrik oleh BGN itu bahkan tidak diketahui oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui soal pengadaan motor listrik oleh BGN itu.
Menurutnya, BGN sempat menganggarkan motor listrik dan juga komputer dalam jumlah besar pada tahun 2025 lalu, namun ditolak oleh Kemenkeu.
“Tahun lalu sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.
“Tapi sekarang saya belum tahu, saya akan lihat lagi seperti apa. Ini gosip ya? Saya cek lagi,” tambahnya.
Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, seharusnya anggaran BGN paling besar dialokasikan untuk kebutuhan membeli bahan makanan untuk makan bergizi gratis.
“Bukan nggak boleh, kita nggak tahu programnya seperti apa, tapi kan harusnya utamanya untuk makanan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, media sosial dihebohkan dengan video deretan motor listrik yang terparkir di dalam sebuah gudang.
Motor listrik terlihat masih terbungkus di dalam plastik. Motor listrik berwarna biru muda itu terlihat memiliki logo BGN di bagian depan.
Dalam narasi video disebutkan bahwa motor listrik untuk berkaitan dengan distribusi MBG. Tak ayal video tersebut pun menjadi viral di media sosial dan menjadi sorotan warganet.
Merespons hal tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, motor listrik itu akan digunakan oleh Kepala SPPG. Dia menyebut, BGN mengadakan sekitar 21.801 unit motor listrik untuk operasional Kepala SPPG.
“Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025,” kata Dadan Hindayana.
Menurut Dadan Hindayana, puluhan ribu motor listrik itu memang belum dibagikan kepada SPPG.
Menurutnya motor listrik itu akan dicatat sebagai Barang Milik Negara atau BMN sebelum didistribusikan ke seluruh SPPG di Indonesia.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional kepala SPPG,” jelasnya.
“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” tambahnya.

