BERAU TERKINI – Belanja mobil dinas dengan seharga Rp8,5 miliar untuk Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menandakan kualitas infrastruktur di Kaltim belum memadai.
Rute jalan yang mesti ditempuh untuk menuju kampung tak bisa dilewati dengan spesifikasi kendaraan biasa.
Pengakuan itu disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Sri Wahyuni.
Dia menyebut, kendaraan semahal itu dibutuhkan kepala daerah untuk menunjang aktivitas tinggi kepala daerah ke kampung-kampung via darat.
Jalan berupa jalur tanah kuning dan penuh lumpur, masih menjadi tantangan yang pasti dihadapi rombongan KT 1 saat berkunjung ke kampung di Kaltim.
“Jalur geografis kita tidang ringan,” kata Sri Wahyuni, menukil laporan Regional Kompas.

Dia mengenal figur pemilik nama kondang Harum itu.
Pemimpin yang tak mau membangun infrastruktur kalau tidak melihat langsung kondisi jalan yang akan dibangun.
“Makanya kadang beliau nyetir sendiri, sampai ke titik buntu jalan yang sulit dilintasi,” ujarnya.
Saat turun ke medan berat, rombongan Pemprov Kaltim kerap terhambat hanya karena kendaraan yang digunakan KT 1 sangkut di jalan jelek.
Bahkan tak jarang harus bertukar mobil dengan rombongan untuk melancarkan kunjungan Harum.
“Jadi kepala daerah harus punya kendaraan yang bisa menembus segala macam kondisi jalan,” kata dia.
Sri Wahyuni menyebut, Kaltim saat ini sedang sibuk mendorong akselerasi pematangan kawasan Ibukota Nusantara (IKN).
Mengharuskan kepala daerah untuk memastikan pembangunan kawasan satelit IKN.
Sehingga pengadaan kendaraan tersebut masih dinilai wajar dengan mempertimbangkan sisi kebutuhan kepala daerah.
“Kepala daerah turun langsung, jadi kendaraan yang digunakan harus mendukung,” sebutnya.
