BERAU TERKINI – Hiu tutul atau whale shark tak hanya berada di perairan Talisayan Berau, Pulau Derawan juga punya whale shark point.

Berenang bersama hiu tutul mungkin menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Pasalnya hewan dengan bobot mencapai 1 ton itu adalah mahluk yang cukup ramah bagi manusia.

Diketahui hiu tutul bukanlah hewan predator seperti hiu yang umumnya diketahui publik.

Sebaliknya hiu tutul hanya memangsa ikan kecil dan alga, udang serta plankton.

Turis berenang bersama hiu tutul di whaleshark point Pulau Derawan Berau (Zuhrie/BT)
Turis berenang bersama hiu tutul di whaleshark point Pulau Derawan Berau (Zuhrie/BT)

Di Berau Kaltim, daerah perairan Talisayan merupakan area konservasi hiu tutul atau whale shark.

Di sana terdapat 70-80 ekor hiu tutul yang masuk dalam klasifikan hewan yang dilindungi.

Selain Talisayan, perairan Pulau Derawan juga terdapat lokasi berenang bersama hiu tutul atau whale shark point.

Lokasi ini tak jauh dari Pulau Derawan, hanya sekitar 15-20 menit perjalanan laut dengan menggunakan speedboat.

Whale shark point ini juga tak jauh dari bagan nelayan, bahkan tampak nelayan dari atas bagan memberikan makan berupa ikan kecil kepada hiu tutul.

Terlihat dengan jelas bagaimana hiu tutul memakan mangsanya, hiu tutul akan membuka mulutnya dengan lebar dan membiarkan air laut hingga ikan kecil masuk ke tubuhnya.

Aksi membuka mulut ini dilakukan oleh hiu tutul berulang kali.

Setelah melakukan itu untuk beberapa kali, hiu tutul terlihat berpindah tempat mencari lokasi baru dan mengulang aksi tersebut.

Hiu tutul di whale shark point Pulau Derawan Berau (Fawdi/BT)
Hiu tutul di whale shark point Pulau Derawan Berau (Fawdi/BT)

Pemandangan hiu tutul mencari makan hanya bisa dilakukan pada pagi hari, sebab pada siang hari, nelayan yang berada di bagan akan menarik jaring dan berpindah tempat.

Salah seorang guide berenang bersama hiu tutul yakni Armin menyebutkan, tak setiap saat momen berenang bersama hiu tutul bisa dilakukan.

Pasalnya hiu tutul hanya datang pada bulan-bulan tertentu di perairan Pulau Derawan, Berau.

“Untuk whale shark di Derawan sebenarnya enggak setiap pekan. Ini hanya bulan gelap, hanya ada di Derawan. Kalau dia bulan terang, dia enggak ada di sini,” ujar Armin.

“Jam 6 (pagi) kita harus sudah berangkat. Karena kita takutnya telat nelayan itu narik jaringnya. Kalau udah telat, umpannya udah dibuang semua,” jelasnya.

Armin menjelaskan sejumlah hal yang wajib dipatuhi oleh turis ketika ingin berenang bersama hiu tutul.

Yakni dilarang untuk menyentuh hiu tutul hingga menjaga jarak aman minimal 1,5 meter, guna menghindari ekor hiu tutul.

“Untuk larangan sebenarnya jangan disentuh, dan yang kedua jangan terlalu dekat sama ekornya. Takut kibasannya, jarak amannya sebenarnya 1, 5 meter,” ucapnya.

Turis berenang bersama hiu tutul di whaleshark point Pulau Derawan Berau (Fawdi/BT)
Turis berenang bersama hiu tutul di whaleshark point Pulau Derawan Berau (Fawdi/BT)

Sementara itu, salah satu turis yakni Dini mengaku senang bisa berenang bersama hiu tutul.

Menurutnya berenang bersama hiu tutul merupakan pengalaman pertamanya, terlebih saat itu ia bisa berenang bersama 4 ekor hiu tutul.

“Seru banget, karena ini first timenya saya berenang bareng hiu tutul atau whale shark dan seru banget,” ujar Dini.

“Alhamdulillahnya kita dapat 4 hiu tutul tadi, dan bener-bener friendly lah, maksudnya kita aman banget sama guide-nya juga ditemenin dan dipastikan itu aman banget buat wisatawan, kita bisa berenang sedekat itu sama whale shark dan itu gede banget gitu loh,” ujarnya.