BERAU TEKRINI – Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyebut tak mengerti maksud dari ‘Kartu Merah’ yang dilayangkan oleh mahasiswa dari BEM KM Unmul, Samarinda.

Kartu merah itu diangkat oleh para mahasiswa tersebut saat Seno Aji menjadi pembicara dalam dialog yang digelar oleh BEM Fisip Unmul.

“Saya tidak tahu untuk siapa dan berapa kartu merahnya,” kata Seno Aji dalam laporan video Reels Instagram Kaltim Kece.

Namun dia memahami bila itu bentuk penyampaian aspirasi dari mahasiswa kepada pemerintah.

“Itu perlu kami tampung dan berikan perhatian,” ucapnya.

Sebagai bagian penting dalam investasi SDM di Kaltim, Seno Aji menyatakan akan merangkul semua pihak yang memberikan kritik kepada pemerintah.

“Tapi tidak masalah, semua aspirasi kita tampung,” ujarnya.

Merespons keinginan mahasiswa yang berdebat dengan Pemprov Kaltim, Seno Aji menegaskan bila solusi tidak akan lahir dari perdebatan.

Ia menganggap permintaan mahasiswa untuk berdiskusi dengan pemerintah telah tunai dilaksanakan.

Sehingga permintaan debat oleh BEM KM Unmul tak akan dilaksanakan.

“Silakan menyampaikan aspirasi, kalau cocok kita akan perbaiki,” kata dia.

Tangkapan layar dari video terkait aksi protes mahasiswa BEM KM Unmul atas kinerja Pemprov Kaltim. (instagram/@kaltimtoday)
Tangkapan layar dari video terkait aksi protes mahasiswa BEM KM Unmul atas kinerja Pemprov Kaltim. (instagram/@kaltimtoday)

Sebelumnya, BEM KM Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda memberikan ‘kartu merah’ atas kinerja Pemprov Kaltim pada masa kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakilnya Seno Aji.

Kartu merah itu dilayangkan BEM KM Unmul saat Wagub Kaltim Seno Aji menjadi pemateri dalam dialog publik yang digelar di lantai 4 Gedung Rektorat Unmul hari ini.

Presiden BEM KM Universitas Mulawarman, Hiththan Hersya Putra, memberikan kartu merah itu bukan tanpa alasan.

Dia mengatakan Pemprov Kaltim belum menyelesaikan problem pokok yang dihadapi oleh rakyat Benua Etam.

Program problematik seperti Gratispol, lalu kebijakan belanja daerah, hingga isu kerusakan lingkungan disuarakan dalam protes langsung oleh mahasiswa Unmul tersebut.

“Kami berikan kartu merah kepada Pemprov Kaltim,” tegas Hiththan dalam video yang diunggah Kaltim Kece di akun instagramnya.

Ia menyebut, Pemprov Kaltim tak memiliki itikad baik dalam menjawab keresahan masyarakat yang disampaikan oleh para mahasiswa.

“Gubernur hanya bisa mewaluhi,” tegasnya.

Tak hanya itu, dalam video tersebut, Hiththan menyebut Pemprov Kaltim telah merendahkan mahasiswa.

Sebab hanya dianggap sebagai mahasiswa biasa yang berkuliah di lingkungan kampus Unmul.

“Kami dikatakan anak-anak kuliah biasa,” sebutnya.

Layangan kartu merah mahasiswa itu pun mendapat respons langsung Seno Aji.

Ia mengutarakan ucapan terimakasih dan akan menampung aspirasi yang diutarakan oleh BEM KM Unmul.

“Terimakasih BEM Fisip Unmul dan BEM KM Unmul atas aspirasinya,” ucap dia.