BERAU TERKINI Polda Metro Jaya menangkap 15 orang pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap Kepala Cabang BRI Jakpus, begini kronologi kasus dan motifnya.

Sebanyak 15 orang berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya, mereka diduga terlibat dengan pembunuhan Kepala Kantor Cabang BRI Jakarta Pusat dengan korban MIP (35).

Dilansir Beritasatu dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025) Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra menjelaskan niat jahat itu sudah disusun sejak bulan Juli lalu.

Adapun pelaku utama dari kasus penculikan sekaligus pembunuhan ini adalah C alias Ken. Mulanya C alias Ken mengajak Dwi Hartono seorang pengusaha bimbel online untuk mencari kepala cabang bank yang bisa dipaksa untuk memindahkan dana dari rekenin dormant ke rekening penampungan.

Untuk diketahui, rekening dormant adalah rekening yang tidak aktif dalam jangka waktu lama, biasanya tanpa transaksi lebih dari 6 bulan hingga beberapa tahun. Rekening ini rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab karena pemilik sahnya jarang melakukan pengecekan.

Polda Metro Jaya ungkap kronologi kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang BRI Jakpus
Polda Metro Jaya ungkap kronologi kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang BRI Jakpus (YouTube/Beritasatu)

Rencana yang telah disusun itu akhirnya dieksekusi, Kombes Wira Satya Triputra menjelaskan Ken dan Dwi Hartono berkomunikasi dan menjalankan aksi pemaksaan dengan kekerasan sebelum akhirnya membebaskan korban.

Kemudian pada 16 Agustus, Dwi Hartono bertemu dengan pelaku JP untuk mencari kelompok preman atau pihak yang bisa membantu melancarkan penculikan. Keesokan harinya, JP menghubungi N di kawasan Cibubur, lalu mengadakan pertemuan dengan DH dan AAM untuk membahas teknis penculikan.

Rekaman CCTV detik-detik Kepala KCP BRI diduga diculik
Rekaman CCTV detik-detik Kepala KCP BRI diduga diculik (Instagram/@jakartaselatan24jam)

Pertemuan lanjutan digelar pada 18 Agustus, para pelaku ini pun berbagi tugas, ada DH dan AAM menyiapkan tim untuk melacak alamat serta aktivitas korban. Kemudian JP yang membentuk tim untuk membuntuti target.

Lalu ada AW yang menyiapkan eksekutor penculikan, dan N yang bertugas menghubungi FH untuk memperkuat tim lapangan.

Polda Metro Jaya menyebut tim penculik telah menyiapkan sebuah safe house sebagai lokasi untuk memaksa korban MIP memindahkan dana dari rekening dormant ke rekening penampungan.

Motivator dan pengusaha bimbel online, Dwi Hartono
Motivator dan pengusaha bimbel online, Dwi Hartono (YouTube/Klan Hartono)

Pada 21 Agustus 2025, aksi penculikan terhadap MIP Kepala Kantor Cabang BRI dilakukan sebuah mobil berwarna putih terlihat mengangkut korban.

Peristiwa ini sempat terekam CCTV dan beredar luas di media sosial. Malam harinya, korban dipindahkan ke mobil Toyota Fortuner hitam di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat menunggu tim penjemput untuk menuju safe house, kondisi korban makin memburuk. Menurut polisi, korban dalam keadaan lemas, tangan dan kaki terikat, serta mulut ditutup lakban.

Karena tidak ada penjemput, para pelaku akhirnya memutuskan untuk membuang korban ke sebuah lahan kosong di Serang Baru, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

“Korban ditinggalkan dalam kondisi kritis, terikat, dan mulut tertutup lakban. Pukul 05.30 WIB 21 Agustus 2025, korban ditemukan sudah tidak bernyawa,” ungkap Kombes Wira.

Kini aparat terus mendalami peran tiap tersangka, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak internal bank atau jaringan kriminal yang lebih luas.