BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau menghadapi tantangan berat di tengah prediksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Tahun depan, APBD diperkirakan hanya mencapai Rp2,6 triliun, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengungkapkan, kunci dari strategi ini datang langsung dari Menteri UMKM, Maman Abdurrahman.

Dalam pertemuan singkat beberapa waktu lalu, Menteri Maman memberikan amanat khusus yang kini menjadi fokus utama Pemkab Berau.

Saat dikonfirmasi pada Senin (10/11/2025), Sri Juniarsih membeberkan, Menteri Maman secara spesifik meminta Berau untuk memperkuat hilirisasi bahan mentah guna meningkatkan nilai jual kekayaan alam dan produk unggulan yang dimiliki.

“Kita banyak produk unggulan, ini bisa digenjot lagi,” tegasnya.

Beberapa produk unggulan Berau, seperti terasi dan coklat, bahkan sudah sering tampil di panggung event nasional. 

Namun, hal yang sangat disayangkan adalah kenyataan bahwa produk-produk tersebut justru banyak diolah oleh perusahaan luar daerah.

“Masa luar yang kelola, terus dikirim ke kita dengan harga yang lebih mahal,” ujarnya penuh penekanan.

Sri Juniarsih menekankan, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) memiliki kewenangan penuh untuk mendirikan perusahaan sebagai bagian dari agenda hilirisasi kekayaan daerah ini.

Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga nilai tambah tetap berada di Berau.

Untuk mengakselerasi program hilirisasi ini, Sri memastikan pada 2026 tidak akan ada program pembinaan UMKM yang dikurangi.

Meskipun APBD Berau diprediksi menurun, UMKM dianggap sebagai kunci utama ketahanan ekonomi daerah untuk menstabilkan inflasi.

“Meskipun APBD turun, tapi UMKM tetap harus lebih eksis,” tegasnya.

Meskipun potensi anggaran pemerintah untuk pembinaan UMKM berkurang, Sri memastikan program prioritas ini akan tetap berjalan sesuai target. 

Caranya adalah dengan melibatkan secara aktif banyak perusahaan di Berau untuk memberikan pembinaan dan bantuan.

“Perusahaan jangan perhitungan. Harus mau campur tangan untuk bina UMKM lebih luas lagi,” ujarnya.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta ini diharapkan dapat menjaga roda perekonomian Berau tetap berputar, memanfaatkan kekayaan daerah melalui hilirisasi, dan memperkuat pelaku UMKM sebagai garda terdepan ekonomi lokal. (*/Adv)