BERAU TERKINI – Menjaga kebersihan mulut dan gigi menjadi tantangan tersendiri selama menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadan.

Tanpa adanya stimulasi dari makanan dan minuman, produksi saliva atau air liur dalam mulut menurun drastis, yang memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut hingga risiko gigi berlubang.

Dokter Gigi dari Klinik Tirta, Andi Soraya, menjelaskan, fungsi utama saliva adalah menahan pertumbuhan bakteri. 

Ketika air liur berkurang, bakteri akan berkembang biak lebih cepat. Hal itu tidak hanya menyebabkan bau mulut, tetapi juga meningkatkan risiko karies.

Untuk mencegah hal tersebut, ia membagikan beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan masyarakat selama bulan Ramadan.

Salah satu langkah pencegahan utama adalah menggosok gigi setelah sahur, namun dengan catatan penting, yakni berikan jeda minimal 30 menit setelah makan.

Soraya sangat tidak menganjurkan menyikat gigi sesaat setelah makan karena kondisi mulut masih dalam keadaan asam.

“Kita gosok gigi pakai pasta gigi, itu sifatnya basa si pasta gigi ini. Jadi asam ketemu basa itu jadi netral dan bisa bikin email gigi jadi keropos,” ungkapnya kepada Berauterkini, Rabu (18/2/2026).

Ia menekankan pentingnya menjaga rutinitas menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah sahur dan sebelum tidur malam.

Selain menyikat gigi, area lidah juga wajib dibersihkan untuk hasil yang lebih maksimal.

Bagi pengguna kawat gigi, pembersihan ekstra sangat disarankan dengan menggunakan benang gigi (dental floss) atau sikat interdental khusus agar sisa makanan tidak tertinggal di sela-sela kawat.

Pemilihan menu saat sahur dan berbuka juga sangat memengaruhi kesehatan mulut. 

Soraya menyarankan untuk menghindari makanan manis, makanan bertekstur lengket, serta minuman berkafein. 

Makanan lengket cenderung sulit dibersihkan dan sering tersisa di sela gigi yang menjadi sumber energi bagi bakteri.

“Jadi kalau dia tinggal di situ, tidak terbersihkan, nah itu menjadi makanannya bakteri. Makanan yang mengandung gula bakteri jadi senang,” jelasnya. 

Ia menambahkan, kafein juga perlu dihindari karena dapat menghambat produksi air liur yang sangat dibutuhkan untuk melawan bakteri selama puasa.

Sebagai gantinya, ia merekomendasikan konsumsi makanan tinggi serat seperti sayur dan buah-buahan. Serat berfungsi merangsang produksi air liur secara alami. 

Secara khusus, ia menonjolkan buah stroberi yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi kebersihan mulut.

“Nah, si stroberi ini ternyata bisa membersihkan gigi secara alami,” katanya. 

Soraya juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak memilih camilan selama bulan suci. 

“Jadi, sebaiknya hindari makanan yang banyak gulanya, tapi berserat, seperti sayur dan buah,” tutupnya. (*)