BERAU TERKINI – Dinkes Berau mengaudit dan mengevaluasi pelayanan di Puskesmas Gunung Tabur usai ramai dugaan kelalaian yang menyebabkan bayi meninggal dunia.

Dugaan kelalaian yang menyebabkan seorang bayi meninggal dunia, dan ibunya dalam kondisi kritis di UPT Puskesmas Gunung Tabur, kini memasuki tahap audit resmi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau.

Kasus ini memicu sorotan publik setelah keluarga pasien menilai adanya unsur pembiaran dan kelalaian dari pihak Puskesmas Gunung Tabur dalam proses penanganan.

Untuk diketahui, Puskesmas Gunung Tabur menerima seorang ibu mengandung dan akan segera melahirkan. Namun dalam prosesnya, terjadi hal yang tidak diinginkan.

Bayi yang dikandung pasien meninggal dunia sementara sang ibu mengalami kritis.

Pihak keluarga menduga, terjadi pembiaran terhadap pasien. Bahkan, pihak keluarga meminta rujukan ke RSUD dr Abdul Rivai, lantaran saat sang ibu mengalami pendarahan.

Namun dari pihak petugas Puskesmas menyebut, bahwa kondisi pasien masih pembukaan satu dan belum waktunya untuk dirujuk. Setelah pihak keluarga melancarkan protes keras, hingga terjadi adu mulut.

“Setelah sampai di rumah sakit, dan penanganan cepat dilakukan, nyawa bayi dalam kandungan tidak bisa tertolong,” ujar salah seorang kerabat pasien.

Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Gunung Tabur, I Made Mahendra membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Namun, untuk saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinkes Berau terkait persoalan tersebut.

“Saat ini sedang dilakukan evaluasi dan audit internal dari Dinas Kesehatan,” katanya, Jumat (12/12/2025).

Dia menjelaskan, pada dasarnya pihaknya selalu mengutamakan pelayanan terbaik kepada pasien. Namun dalam perjalanannya, terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, hal ini tentu menjadi persoalan dan evaluasi.

“Makanya sekarang Dinas Kesehatan turun ke sini (Puskesmas) melakukan evaluasi dan audit,” jelasnya.

Ketika ditanya, apakah ada komplain atau tuntutan dari pihak keluarga pasien kepada Puskesmas Gunung Tabur. Dia menjawab, memang ada dari keluarga pasien masih ada yang belum menerima atas adanya kejadian tersebut.

Lebih jauh, dirinya mengaku belum mengetahui apakah ada gugatan secara resmi dari pihak keluarga pasien atau tidak.

“Tapi dari kami, selalu melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Kami tentu berharap yang terbaik,” jelasnya.

“Kalaupun ada (Gugatan), kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan bagaimana selanjutnya. Karena kami di sini tidak berdiri sendiri,” pungkasnya. (*)