BERAU TERKINI – Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menegaskan pentingnya ketelitian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengkaji setiap usulan masyarakat sebelum direalisasikan menjadi program pembangunan.

Menurutnya, berbagai aspirasi yang telah disampaikan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) masih banyak yang belum berjalan optimal.

Hal tersebut dipengaruhi oleh sejumlah kendala, baik dari sisi teknis di lapangan maupun persoalan administratif.

Said menekankan, OPD tidak boleh bersikap pasif dalam menyikapi kondisi tersebut.

Setiap usulan yang belum terealisasi harus ditelusuri secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi akar permasalahan yang menghambat pelaksanaannya.

“OPD harus lebih teliti dalam melakukan kajian sebelum merealisasikan program. Jangan sampai usulan sudah masuk, tapi tidak bisa dijalankan tanpa kejelasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses verifikasi menjadi langkah penting agar masyarakat memahami alasan di balik belum terealisasinya suatu program. 

Transparansi ini dinilai perlu untuk mencegah munculnya persepsi negatif terhadap kinerja pemerintah daerah.

Said mencontohkan sejumlah usulan yang terkendala karena berada di kawasan tertentu, seperti wilayah hutan atau lahan yang masih berkaitan dengan aset perusahaan.

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut dan tidak bisa diputuskan secara cepat.

“Kalau ada usulan yang lokasinya bermasalah, seperti masuk kawasan tertentu atau masih terkait aset perusahaan, itu harus ditelusuri dulu statusnya,” jelasnya.

Selain itu, ia mengakui pelaksanaan pembangunan fisik bukan perkara sederhana.

Banyak aspek yang harus diperhatikan, mulai dari legalitas lahan hingga kesiapan teknis di lapangan.

Karena itu, ia menilai ketelitian dalam tahap perencanaan menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan dapat direalisasikan tanpa hambatan berarti.

Di sisi lain, Said memastikan bahwa pembangunan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah, mengingat kebutuhan tersebut masih sangat dirasakan oleh masyarakat. (*)