TANJUNG REDEB – Parkir kendaraan tak sesuai jalur yang dibuat pemerintah menjadi pemandangan yang biasa ditemui di sepanjang tepian Jalan Ahmad Yani sampai Jalan Pulau Derawan (Tepian Teratai).

Ketersediaan lahan parkir yang telah disiapkan rupanya tak mendorong para pengguna jalan untuk lebih tertib.

Salah satu yang terpantau adalah di Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb, di mana pengguna jalan parkir kendaraannya di badan jalan yang tak sesuai pada garis yang telah disiapkan.

Bila dalam kondisi ramai, perilaku pengendara tersebut kerap berujung pada kemacetan. Apalagi bila berada di sepanjang tepi Sungai Segah.

Merespons situasi itu, Kepala UPT Perparkiran Dinas Perhubungan Berau, Mahmuddin, menegaskan, pihaknya telah menerjunkan enam personel untuk melakukan penataan parkir.

Personel yang ditugaskan berkeliling di sepanjang jalan untuk memantau parkir kendaraan yang tak tertib.

“Sehari ada enam personel yang bertugas,” kata Mahmud saat dikonfirmasi, Selasa (8/7/2025).

Personel penataan parkir itu ditugaskan pada pagi dan sore hari untuk melakukan patroli rutin pada Selasa hingga Jumat setiap pekannya.

Meski tak melakukan tindakan, namun petugas diminta memberikan imbauan kepada pemilik kendaraan untuk memperbaiki posisi kendaraan.

“Tidak ada segel. Kami hanya tugaskan untuk merapikan,” kata dia.

Disinggung tak dilakukannya patroli malam, kata Mahmud, saat ini pihaknya masih kekurangan personel.

Dalam penjadwalan patroli rutin, para petugas hanya diperintahkan untuk mengikuti jadwal yang telah ditetapkan.

“Malam tidak ada, kalaupun direncanakan harus dapat restu pimpinan,” sebutnya.

Selain penataan, pihaknya juga memastikan program sosialisasi pembayaran retribusi parkir melalui loket yang telah ditetapkan.

Loket tersebut tersedia saat proses perpanjangan surat kendaraan di Samsat Berau dan kantor uji KIR Dishub.

“Sekalian retribusi dibayar, masih pakai skema lama,” terangnya.

Salah satu pengguna parkir badan jalan, Darwis, mengaku pola sosialisasi seperti itu dianggap lebih humanis ketimbang langsung segel seperti yang dilakukan Dishub di beberapa daerah lainnya.

“Bagus saja, tentu akan diikuti imbauannya,” kata dia.

Saat ditanyakan soal skema parkir berbayar, Darwis berpendapat pemerintah perlu melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar masyarakat tak kaget ketika melakukan pembayaran parkir secara tunai.

“Tidak masalah, tapi sosialisasinya harus tepat,” harapnya. (*)