TANJUNG REDEB – UPBU BLU Bandara Kalimarau mencatatkan pengiriman sebanyak 33,9 ton hasil laut dari Kabupaten Berau ke luar negeri hingga pekan keempat Juli 2025.

Dalam catatan Bandara Kalimarau, setidaknya ada empat negara di Asia Tenggara yang menikmati hasil laut Berau, yakni Malaysia (Kuala Lumpur), Singapura, China (Shanghai), dan Thailand.

Kuala Lumpur menjadi kota yang menerima hasil laut terbesar. Dalam kurun satu tahun terakhir, telah dikirim sebanyak 24 ton ikan segar, udang, kepiting bakau, dan ikan bawal.

Lalu, Singapura menjadi negara yang menerima hasil laut segar dari Berau seberat 9,5 ton sejak Juli 2024 hingga Juli 2025. Kemudian, Shanghai menerima 4 koli ikan segar atau setara 92,4 kilogram.

Selanjutnya, sebanyak 400 kilogram ikan segar dikirim melalui pembukaan jalur ekspor baru ke Thailand.

“Itu catatan selama setahun belakangan ini,” kata Kepala UPBU BLU Bandara Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, Selasa (22/7/2025).

Tercatat, terdapat dua perusahaan yang saat ini aktif untuk mengekspor hasil laut Berau tersebut.

Patah menyatakan, setiap perusahaan eksportir dapat menggunakan fasilitas kargo di Bandara Kalimarau dengan harga yang kompetitif. Pihaknya juga telah menyiapkan gudang pendingin dengan ukuran besar di bandara.

Kulkas raksasa tersebut dipastikan akan tetap menjaga kualitas ikan agar tetap segar hingga waktu pengiriman berlangsung.

“Kami menyediakan fasilitas itu di bandara,” tutur dia.

Pihaknya menginginkan setiap pengusaha hasil laut dapat membangun kerja sama dengan manajemen Bandara Kalimarau demi meningkatkan aktivitas ekspor melalui jalur udara tersebut.

“Kami terbuka untuk saling membangun kemitraan,” sebutnya. 

Patah menambahkan, aktivitas kargo tersebut merupakan langkah strategis untuk tetap menjaga aktivitas pesawat tetap terjaga di tengah upaya peningkatan aktivitas penerbangan penumpang ke luar daerah.

“Ini berjalan bersamaan, tentu semua jadi kegiatan yang menunjang aktivitas penerbangan,” tuturnya. (*)