BERAU TERKINI – Ketua DPRD Berau sekaligus kader Partai NasDem, Deddy Okto Nooryanto, turut angkat bicara terkait isu pemilihan kepala daerah tidak langsung atau dipilih DPRD.
Diketahui, DPP Partai NasDem sepakat dengan perubahan konsep pemilihan kepala daerah yang diwakilkan oleh para anggota dewan.
Pria yang akrab disapa Deded ini mengatakan, alasan terkuat yang mendorong perubahan tersebut adalah efisiensi anggaran karena dianggap memakan banyak biaya dalam setiap periode pemilihan kepala daerah.
“Alasannya jelas ya agar anggaran lebih efisien untuk digunakan,” kata Deded usai pelantikan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Berau, Senin (12/1/2026).
Dia mengatakan, dukungan tersebut diberikan karena merupakan sikap yang telah terkonsolidasi secara nasional.
Partai NasDem saat ini juga menjadi bagian dari koalisi pemerintah, di mana salah satunya Golkar yang pertama kali mengemukakan usulan tersebut.
“Ini sikapnya sama dengan pusat, Fraksi NasDem setuju dengan usulan itu,” kata dia.
Ia menegaskan, daerah pun hanya dapat mengawal keputusan yang nantinya akan dilahirkan dalam rapat Anggota DPR di Jakarta.
Bila Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota resmi berubah, maka daerah harus memastikan ketaatan terhadap produk hukum yang paripurna dari Senayan.
“Kita wait and see saja,” tuturnya.
Dirinya pun menyadari, bila isu tersebut bergulir di parlemen akan memengaruhi psikologis massa, baik secara sosial maupun politik.
Sehingga, berpotensi melahirkan konflik di tengah masyarakat.
Hanya saja, demi memastikan agenda tersebut tetap berjalan dengan baik, dia meminta setiap partai yang ada di parlemen untuk dapat melakukan sosialisasi dan mendengar pendapat banyak pihak dalam mengambil kebijakan.
Sebab, sejatinya setiap keputusan yang akan diambil seharusnya menjadi representasi dari kebutuhan rakyat di Republik Indonesia ini.
“Kalau gejolak itu pasti ada, tapi pemikiran dari pemerintah pusat pasti soal efektifitas penggunaan anggaran,” ujarnya.
Disinggung sikap pribadi terkait situasi tersebut, Deded memilih untuk bungkam. Sebab, sebagai kader partai dirinya harus tegak lurus dengan sikap yang diambil oleh pengurus pusat.
“Itu saya no coment ya,” pungkasnya. (*)
