YOGYAKARTA – Keluarga almarhun Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kemlu yang ditemukan tewas mengaku tak yakin kematian ADP karena bunuh diri.

Babak baru kasus Arya Daru Pangayunan atau ADP, pihak keluarga tidak percaya bahwa kematian diplomat muda Kemlu itu karena bunuh diri.

Dalam sebuah konferensi pers, Ayah dari Arya Daru Pangayunan yakni Subaryono bersama tim kuasa hukumnya menyampaikan pernyataan resmi.

Menurut Subaryono, pihak keluarga baru buka suara setelah 40 hari kematian Arya Daru Pangayunan lantaran masih berduka. Di samping itu, pihak keluarga juga syok dengan kematian Arya Daru Pangayunan.

“Banyak yang bertanya mengapa keluarga tidak segera memberikan keterangan terkait hasil penyelidikan. Kini kami ingin menjelaskan alasannya,” ujar Subaryono, Sabtu (23/8/2025) dikutip dari Beritasatu.

Polda Metro Jaya umumkan penyebab kematian diplomat muda Kemlu Arya Daru Pangayunan
Polda Metro Jaya umumkan penyebab kematian diplomat muda Kemlu Arya Daru Pangayunan (YouTube/Beritasatu)

Dia menuturkan, keluarga masih berada dalam kondisi syok, terlebih istrinya, Titi Suwarti, tengah menjalani perawatan serius akibat kanker usus besar yang didiagnosis sejak tahun lalu.

“Situasi kesehatan tersebut membuat keluarga belum siap menyampaikan pernyataan lebih awal,” tukas Supariyono.

Subaryono menyampaikan permohonan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap negara hadir untuk memberi jawaban dan keadilan bagi keluarga.

“Kami merasakan di posisi yang sangat lemah dan menghadapi situasi yang sangat sulit, maka kami mohon kepada pimpinan negara yang terhormat, Presiden Prabowo Subianto bisa menginstruksikan kapolri, panglima TNI, dan menteri luar negeri supaya segera bisa menjelaskan kepada kami tentang misteri yang terjadi kepada anak kami,” kata Subaryono.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Arya Daru Pangayunan yakni Nicholay Aprilindo menyampaikan, akun Instagram Arya Daru Pangayunan sempat aktif.

Dia mengatakan, akun instagram Arya Daru Pangayunan terlihat aktif sebelum jumpa pers, Sabtu (23/8/2025), padahal sebelumnya ponselnya dinyatakan hilang oleh polisi.

“Pesan whatsapp yang dikirim ke nomor ponsel almarhum yang hilang juga menunjukkan centang dua. Ini menimbulkan dugaan ponsel masih digunakan pascakematiannya hingga saat ini,” ujar kuasa hukum keluarga, Nicholay Aprilindo dalam jumpa pers di Yoyakarta, Sabtu (23/8/2025).

ADP, seorang diplomat di Kemlu ditemukan tewas mengenaskan
ADP, seorang diplomat di Kemlu ditemukan tewas mengenaskan. (Beritasatu.com/Dayat)

Pernyataan Nikholay Aprilindo tersebut membuka fakta baru terhubung dengan kasus kematian ADP yang hingga kini masih terbuka penyelidikanya.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya sebelumnya sudah mengungkap penyebab kematian Arya Daru Pangayunan. Diplomat muda Kemlu yang jasadnya ditemukan dalam kondisi wajah dililit lakban disebut meninggal dunia karena mati lemas.

Polisi juga menyimpulkan kematian Arya Daru Pangayunan tidak melibatkan pihak lain dan tidak ada unsur pidana.