BERAU TERKINI – Kapten Atletico Madrid Koke menyebut laga kontra Barcelona merupakan momen kekalahan yang sangat membanggakan di semifinal Copa del Rey.

Bagaimana tidak, kendati kalah di Spotify Camp Nou, Atletico Madrid tetap unggul secara agregat gol 3-4 dengan Barcelona.

Kemenangan agregat yang mengantarkan Atletico Madrid ke final Copa del Rey.

Tapi laga itu diakui penuh tekanan.

Tuntutan fans dan menjaga asa klub menjadi pertaruhan hidup dan mati bagi skuad Los Rojiblancos.

Dia menyatakan, sejak menit awal pertandingan Atletico Madrid sudah merasakan penderitaan yang dihujam Barcelona.

Gelandang bertahan Barcelona Marc Bernal saat mencetak gol ke gawang Atletico Madrid.  (fcbarcelona.com)
Gelandang bertahan Barcelona Marc Bernal saat mencetak gol ke gawang Atletico Madrid. (fcbarcelona.com)

Tampil menekan sejak menit awal membuat skuad asuhan Diego Simione ini harus ekstra hati-hati mengolah si kulit bundar.

“Tapi kami tahu kalau akan menderita di laga ini,” ucap Koke, mengutip laporan Marca.

Tekanan itu pula yang membuat setiap peluang yang dimiliki anggotanya tak tereksekusi dengan baik.

Tak ada peluang yang mampu dikonversi menjadi gol demi menambah jarak ketertinggalan Barcelona.

Justru penampilan Barca mampu menyarangkan tiga gol tanpa balas ke gawang skuad Los Rojiblancos.

“Seharusnya kami tidak kebobolan dua gol di babak pertama,” ungkapnya.

Tapi dia akui laga tersebut menjadi kekalahan yang paling membanggakan.

Sebab, dengan skuad yang tak jauh berbeda dari musim sebelumnya, Atletico Madrid tampil impresif dan mampu mencapai puncak final Copa del Rey.

“Anggota kami tahu apa yang harus dilakukan saat bermain di 90 menit,” tegasnya.

Ia pun menyanjung Pedri.

Menurutnya, playmaker Barcelona itu merupakan pemain terbaik dunia saat ini.

Namun masih belum mampu membuat Atletico Madrid tertunduk di hadapan puluhan ribu pendukung Barcelona.

“Mereka hanya kurang beruntung saja,” kata Koke.