BERAU TERKINI – Kepengurusan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Berau tengah digoyang isu panas.

Sejumlah atlet biliar menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan yang dinakhodai Saidin Putra.

Salah satu atlet biliar Berau, Anto, mengungkapkan, mosi tersebut muncul karena proses pemilihan ketua dianggap tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Menurutnya, pembentukan pengurus baru dilakukan secara sepihak, tanpa melibatkan pengurus lama, pemilik rumah biliar, maupun atlet yang aktif berlatih dan berkompetisi di Berau.

Dia merasa tidak pernah diajak musyawarah, namun tiba-tiba saja sudah ada pengurus baru.

“Padahal, di AD/ART, pemilihan harus melalui mekanisme terbuka dan melibatkan semua pihak, termasuk atlet. Ini tidak benar, kami ingin pengurus sekarang mundur,” tegas Anto, Rabu (5/11/2025).

Selain menyoroti proses pemilihan, para atlet juga menilai kinerja kepengurusan saat ini minim kegiatan dan perhatian terhadap pembinaan atlet.

Sejak kepengurusan baru terbentuk, kata Anto, tidak ada program pembinaan yang jelas.

Selain itu, tidak ada turnamen, latihan bersama, bahkan silaturahmi pun tidak pernah.

“Kami merasa dibiarkan begitu saja,” tambahnya.

Anto dan rekan-rekannya pun berharap agar Surat Keputusan (SK) kepengurusan POBSI Berau yang berlaku saat ini bisa ditinjau ulang atau dicabut.

Setelah itu, pihaknya meminta dilakukan pemilihan ulang sesuai ketentuan organisasi.

“Harapan kami sederhana, POBSI Berau bisa kembali ke jalurnya. Dipimpin oleh orang-orang yang benar-benar peduli terhadap pembinaan dan perkembangan atlet, bukan hanya mengejar jabatan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua POBSI Berau, Saidin Putra, menilai, mosi tidak percaya adalah hal yang wajar dalam dinamika organisasi.

Namun, ia mengimbau agar persoalan ini diselesaikan secara baik di internal POBSI.

“Sah-sah saja menyampaikan pendapat, tapi alangkah baiknya diselesaikan secara kekeluargaan. Pintu organisasi tetap terbuka bagi siapapun yang ingin berpartisipasi secara resmi,” kata Saidin.

Ia juga menyarankan agar rumah biliar maupun komunitas biliar di Berau segera mendaftar sebagai klub resmi di bawah naungan POBSI, sehingga memiliki hak bicara dan suara dalam Musyawarah Cabang (Muscab) mendatang.

Saidin juga menepis tudingan pihaknya tidak pernah berkomunikasi dengan pengelola rumah biliar.

Dia mengaku sudah menjalin silaturahmi dengan beberapa pihak dalam rangka penjaringan atlet daerah.

“Kami memang belum dihubungi secara resmi, tapi sebelumnya sudah sempat bersilaturahmi dengan rumah-rumah biliar untuk membahas penjaringan atlet melalui mereka,” pungkasnya. (*)