BERAU TERKINI – Aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau, Berau, menunjukkan pergerakan yang sangat dinamis selama momentum Idulfitri 1447 Hijriah.
Memasuki periode pasca lebaran 2026, bandara kebanggaan Bumi Batiwakkal ini mencatatkan statistik kedatangan dan keberangkatan penumpang yang meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Puncak arus mudik sendiri dilaporkan telah terlampaui pada 20 Maret lalu, tepat satu hari sebelum hari raya.
Namun, kepadatan diprediksi masih akan berlanjut hingga akhir bulan ini.
Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, menjelaskan, gelombang keberangkatan masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di luar daerah telah berlangsung secara masif sejak pertengahan Maret.
Sementara itu, bagi mereka yang kembali ke Berau atau berangkat menuju tempat perantauan, arus balik terpantau mulai menunjukkan geliatnya sejak Selasa (24/3/2026).
“Mulai dari tanggal 24-29 Maret 2026 arus baliknya,” ujarnya saat memberikan konfirmasi pada Rabu (25/3/2026).
Data menunjukkan, dalam kurun waktu antara 19-24 Maret, volume penumpang yang meninggalkan Berau melalui Bandara Kalimarau mencapai angka 5.075 orang.
Di sisi lain, jumlah penumpang yang mendarat atau datang ke Berau tercatat sedikit lebih rendah, yakni sebanyak 3.412 orang.
Meski terdapat perbedaan angka antara kedatangan dan keberangkatan, secara keseluruhan tren penggunaan jasa transportasi udara di Berau tahun ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Patah memaparkan, hingga saat ini, rute menuju Surabaya dan Balikpapan masih memegang posisi sebagai destinasi paling favorit bagi para penumpang.
Kedua kota besar tersebut menjadi titik penghubung utama bagi warga Berau yang ingin melanjutkan perjalanan menuju berbagai wilayah lain, khususnya ke daerah-daerah di Pulau Jawa.
“Surabaya dan Balikpapan untuk transit ke daerah di Jawa,” tambahnya.
Guna menghadapi puncak arus balik yang diperkirakan berlangsung hingga 29 Maret mendatang, otoritas bandara terus melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh fasilitas pelayanan dan keamanan.
Peningkatan jumlah penumpang yang signifikan menuntut kesiapan armada serta ketepatan jadwal penerbangan agar tidak terjadi penumpukan di area ruang tunggu.
Pihak bandara mengimbau para calon penumpang untuk datang lebih awal guna menghindari antrean panjang saat proses pelaporan mandiri (check-in).
Dengan tren pertumbuhan penumpang yang positif ini, Bandara Kalimarau diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanannya sebagai pintu gerbang udara utama di Kalimantan Timur bagian utara.
Kelancaran arus mudik dan balik tahun ini menjadi bukti kesiapan infrastruktur transportasi Berau dalam melayani mobilitas masyarakat pada momen-momen besar kenegaraan dan keagamaan. (*)

