BERAU TERKINI – Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau 2026 dipastikan mengalami penurunan signifikan, dari semula Rp4,2 triliun menjadi Rp2,7 triliun.
Meskipun demikian, penurunan anggaran ini ditegaskan tidak akan menggugurkan penunaian janji politik Pemerintah Kabupaten Berau yang diusung saat Pilkada 2024.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyebutkan, anggaran sejatinya akan mempengaruhi daya gedor pemerintah untuk meningkatkan pembangunan pada tahun depan.
Namun, 18 plus program prioritas tidak akan disingkirkan dari program pembangunan.
“Itu sudah janji politik, harus ditunaikan kepada masyarakat Bumi Batiwakkal,” tegas Gamalis saat ditemui Berauterkini di rumah jabatannya, Jalan Ramania, Selasa (26/11/2025).
Gamalis menjelaskan, janji politik tersebut bukan sekadar program prioritas, melainkan telah resmi diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030.
Dokumen ini yang akan menjadi acuan utama pemerintah dalam orientasi pembangunan selama lima tahun ke depan.
“Karena sudah sah dan resmi untuk dijalankan,” tambahnya.
Dalam penyesuaian anggarannya, pemerintah akan melakukan pembagian program pembangunan yang berskala prioritas, meliputi infrastruktur hingga program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Meskipun menghadapi tantangan anggaran, Pemkab Berau memastikan tidak akan mengurangi alokasi wajib untuk sektor pendidikan dan kesehatan, yang telah diamanatkan sebesar 20 persen dari pagu APBD tahun depan.
Mengenai program janji politik pasangan yang populer disebut SraGam, Gamalis menekankan tidak ada program yang dihapuskan.
Sebaliknya, semua program akan dialokasikan secara proporsional.
“Jadi tidak dihilangkan, tapi diatur secara proporsional. Misalnya, bila kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan seharusnya diberikan sepanjang 10 kilometer, pemerintah memulainya dengan memberikan alokasi sebanyak 5 kilometer terlebih dahulu,” ungkap Gamalis.
Ketua DPW PPP Kaltim ini mengungkapkan, pihaknya terus aktif membangun komunikasi dan melakukan lobi anggaran dengan pemerintah di tingkat provinsi dan pusat untuk membantu pembangunan infrastruktur.
Namun, ia mengakui proses ini mungkin terhambat karena Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri diperkirakan mengalami defisit APBD senilai Rp7 triliun pada 2026.
“Tapi proses lobi anggaran ini akan terus dilakukan, melihat kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerah,” tutup Gamalis.
Adapun berikut ini daftar 18 Plus Program Prioritas Pemkab Berau:
18 Program Utama
- Melanjutkan program percepatan pembangunan desa dengan sigap.
- Melanjutkan program percepatan pembangunan melalui dana RT sebesar Rp50 juta-100 juta.
- Pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe B, termasuk layanan tes PCR gratis bagi masyarakat.
- Gratis iuran BPJS Kesehatan bagi warga yang tidak mampu.
- Gratis fasilitas, balai latihan kerja (BLK) dan perlindungan tenaga kerja lokal.
- Penyediaan seribu titik WiFi gratis hingga ke tingkat kampung.
- Meningkatkan infrastruktur jalan untuk menunjang perekonomian kampung.
- Peningkatan program beasiswa Berau Cerdas, 1.000 laptop untuk guru sekolah, dan bantuan perlengkapan sekolah bagi pelajar yang tidak mampu.
- Peningkatan insentif untuk kader posyandu, tenaga kesehatan, pegawai tidak tetap (PTT), Ketua RT, pembimbing rohani, dan tenaga pendidikan guru sekolah dan PAUD.
- Program peningkatan sarana fasilitas air bersih dengan 25.000 sambungan baru dan listrik di seluruh kampung.
- Pembangunan kawasan terpadu pusat seni, budaya dan kreativitas (terdiri dari taman budaya, amphitheater, pusat kreativitas, kawasan UMKM terpadu, serta pembangunan balai adat).
- Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi fakir miskin, yatim piatu, orang tua jompo terlantar, termasuk warga terdampak Covid-19.
- Revitalisasi bangunan bersejarah, keraton, malam bersejarah, dan lain-lain.
- Pemberian bantuan stimulan (Sapronak, Saprodi, Alsintan) serta mewujudkan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang maju berbasis teknologi.
- Pembangunan sarana dan prasarana destinasi pariwisata.
- Menyediakan fasilitas pembinaan pelatihan, serta kredit lunak kepada UMKM.
- Tata kelola pemerintahan yang baik dan berkualitas melalui SDM profesional berbasis digital teknologi.
- Bantuan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
Plus 8 Program Tambahan
- Bantuan angkutan pelajar dan mahasiswa.
- Gratis biaya pendidikan untuk TK, SD, dan SMP (meliputi biaya registrasi, buku, dan seragam).
- Pembebasan BPHTB bagi warga tidak mampu.
- Pembangunan sistem transportasi publik terpadu “Trans Berau”.
- Pembangunan sirkuit balap motor dan fasilitas olahraga lainnya.
- Penguatan pusat ekonomi desa melalui program pemberdayaan masyarakat.
- Pembangunan gedung kesenian “Berau Creative HUB” untuk mendukung aktivitas kreatif dan seni.
- Optimalisasi 18 program sebelumnya. (*)
