BERAU TERKINI – Panitia Manutung Jukut 2025 menyebut ratusan peserta sudah mendaftar untuk ikut serta dalam festival bakar ikan.
Antusiasme masyarakat untuk mengikuti Manutung Jukut tinggi. Ratusan orang telah mendaftar untuk mengikuti festival bakar ikan bersama dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Berau ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Jaka Siswanta melalui Ketua Panitia Manutung Jukut ke-9, Dewi Rosita, menyampaikan antusiasme masyarakat cukup tinggi.
Hal ini terlihat dari tambahan peserta yang terus masuk setiap harinya, di mana hingga saat ini, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 210 peserta.
Dari ratusan peserta yang sudah mendaftar tersebut, sudah ada 300 petak lapak yang terisi dari total 378 petak yang disiapkan. Atas tingginya antusiasme masyarakat itu, panitia menyebut pendaftaran masih dibuka selama 15 hari ke depan.
Panitia juga menyiapkan sekitar 3.750 kilogram ikan segar untuk dibagikan gratis kepada 150 tenda peserta, masing-masing memperoleh 25 kilogram per kantong.
Selain itu, pihak swasta juga mulai menunjukkan dukungan, salah satunya dari PT Berau Coal yang berkomitmen menyumbang tambahan 2 ton ikan.

“Bantuan swasta ini akan kami distribusikan ke kelompok masyarakat, termasuk paguyuban yang saat ini sudah mendaftar sekitar 50 kelompok. Mudah-mudahan semakin banyak donatur sehingga lebih banyak masyarakat yang terakomodir,” ujar Dewi.
Adapun fasilitas gratis yang disiapkan panitia meliputi ikan, arang, serta tenda ukuran 4×4 meter untuk masyarakat umum, RT, dan sekolah.
Selain pesta bakar ikan, kegiatan ini juga diramaikan dengan perlombaan yang terbagi dalam empat kategori, yakni sekolah, masyarakat umum, OPD atau instansi vertikal, serta swasta, BUMD, BUMN.
Penilaian lomba akan berfokus pada kebersihan, kesesuaian tema, serta presentase olahan ikan. “Kami berharap kreativitas peserta bisa menghadirkan diversifikasi olahan ikan yang menarik, tanpa mengurangi esensi utama kegiatan ini,” ujarnya.
Walau antusiasme masyarakat tinggi, namun pihak panitia masih menunggu kepastian pelaksanaan festival bakar ikan Manutung Jukut.
Sebab kegiatan Manutung Jukut itu bakal menutup sejumlah ruas jalan di Tanjung Redeb. Potensi gesekan masyarakat menjadi pertimbangan soal kelanjutan festival ini.
Terlebih situasi nasional hari ini yang perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan potensi gesekan di masyarakat.
“Acara ini sudah diagendakan sejak lama, jadi sambil menunggu keputusan apakah ditunda atau dihentikan, kami tetap melaksanakan rapat persiapan,” jelas Dewi.
