BERAU TERKINI – Meski pemerintah pusat memberikan kelonggaran bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau memilih untuk tetap “siaga satu”.
Pelayanan rekam data kependudukan dipastikan tetap buka normal demi melayani warga yang membludak.
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengungkapkan, dari total 86 pegawainya, hanya sekitar 8 persen yang mengambil cuti.
Sisanya tetap berada di garda terdepan untuk melayani kebutuhan administrasi warga.
“Ada yang memang mengambil cuti, tapi beban kerjanya langsung di-cover oleh pegawai lain. Pelayanan tidak boleh terhambat,” tegas David.
Fenomena unik terjadi di Berau. Alih-alih sepi, momen libur panjang ini justru dimanfaatkan masyarakat untuk berbondong-bondong mengurus berkas.
Mulai dari pelajar yang menyiapkan beasiswa daerah, mahasiswa, hingga para pekerja yang membutuhkan kelengkapan administrasi.
“Meskipun bukan tahun politik, antusiasme warga tetap tinggi,” tambah David.
Tercatat, sejak libur Nataru dimulai, rata-rata 30-70 orang datang setiap harinya untuk mengurus dokumen.
Bahkan, David mengaku ponselnya terus berdering menerima belasan telepon dari warga yang menanyakan kepastian layanan.
“Makanya kami maksimalkan. Tidak ada layanan yang tutup,” ucapnya.
Selain membantu masyarakat, lonjakan kunjungan ini menjadi peluang emas bagi Disdukcapil Berau untuk mengejar target pencatatan kependudukan tahun ini.
Saat ini, dari total 213 ribu penduduk dewasa di Berau, masih ada sekitar 2.687 orang atau sekitar 1,6 persen penduduk usia 17 tahun ke atas yang belum mengantongi KTP lokal.
David menambahkan, bagi warga yang ingin mengurus berkas agar tidak khawatir.
Pelayanan tetap buka setiap hari dan hanya akan tutup total pada 1 Januari 2026.
“Liburnya pas hari Tahun Baru saja. Selebihnya kami siap melayani. Jadi bagi warga yang belum punya data kependudukan silakan datang sekarang,” pungkas David. (*)
