BERAU TERKINI – Disbudpar Berau menggelar pelatihan mitigasi bencana mengantisipasi risiko di destinasi wisata berbasis air.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau kembali meningkatkan kapasitas pelaku wisata melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Mitigasi Bencana yang dilaksanakan di Kecamatan Segah.

Kegiatan ini menyasar pengelola destinasi wisata alam, khususnya kawasan yang berbasis air, yang memiliki potensi risiko kecelakaan lebih tinggi.

Kepala Disbudpar Berau melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Samsiah Nawir, menjelaskan bahwa Kecamatan Segah dipilih karena memiliki sejumlah daya tarik wisata air, termasuk Air Terjun Tambalang.

Selain itu, kegiatan ini merupakan tindak lanjut peningkatan kapasitas pengelola destinasi, terutama di Kampung Tepian Buah.

“Sebagian besar destinasi wisata di Berau, termasuk di Segah, wisata berbasis air. Karakter wisata alam seperti ini punya tantangan dan risiko tersendiri,makanaya pemahaman tentang keselamatan dan mitigasi bencana perlu bagi pengelola di tingkat kampung,” jelas Samsiah pada Berauterkini.co.id, Rabu (3/12/2025).

Kegiatan ini diikuti peserta dari empat kampung yang memiliki potensi wisata alam serupa. Namun pada pelaksanaan, peserta hadir dari tiga kampung yaitu Tepian Buah, Tumbit Melayu, dan Punan Mahkam.

Menurut Samsiah, kampung-kampung tersebut dipilih karena memiliki daya tarik wisata yang berkembang dan merupakan bagian dari jalur wisata terintegrasi menuju Tepian Buah. Selain itu, kampung ini merupakan binaan sejak pembentukan Pokdarwis.

Materi bimtek disampaikan secara komprehensif, mulai dari pengantar mitigasi bencana, manajemen risiko destinasi, SOP keselamatan dan evakuasi, pelatihan pertolongan pertama, hingga teknik penyelamatan dasar di wilayah air dan hutan.

Kegiatan simulasi mitigasi bencana yang dilakukan oleh peserta saat Bimtek di Kecamatan Segah, Berau (Ist)
Kegiatan simulasi mitigasi bencana yang dilakukan oleh peserta saat Bimtek di Kecamatan Segah, Berau (Ist)

Untuk memperkuat kapasitas teknis, Disbudpar menghadirkan narasumber dari Basarnas, PMI, dan BPBD.

“Ada tiga lembaga yang memiliki peran strategis. BASARNAS fokus pada teknik penyelamatan di air dan alam terbuka, PMI memberikan pelatihan pertolongan pertama, sementara BPBD menyampaikan materi sistem penanggulangan bencana serta langkah mitigasi sesuai standar daerah,” jelasnya.

Selain teori, peserta mengikuti praktik lapangan di Air Terjun Tambalang.

Simulasi yang dilakukan identifikasi potensi bahaya, teknik evakuasi korban, penggunaan alat keselamatan, pertolongan pertama, serta simulasi koordinasi saat keadaan darurat.

“Harapan kami, peserta mampu menerapkan SOP keselamatan, memahami mitigasi risiko, serta dapat melakukan penanganan awal secara tepat bila terjadi insiden. Dengan begitu, rasa aman dan nyaman wisatawan dapat terjamin,” tambahnya.

Disbudpar Berau berencana memperluas pelatihan ke kecamatan lain dan mengadakan pelatihan lanjutan bagi kampung yang telah mengikuti Bimtek dasar, terutama destinasi wisata yang juga berbasis air dan membutuhkan peningkatan kapasitas SDM.

“Mitigasi bencana itu tanggung jawab kita bersama. Dengan kesiapsiagaan yang baik, kita dapat menciptakan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*/Adv)