BERAU TERKINI – Peredaran uang palsu yang mulai marak di salah satu SPBU di Kabupaten Berau mendapatkan perhatian dari Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.
SBM Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus Prabowo, mengatakan, hal itu harus segera diantisipasi oleh pengelola SPBU lain.
Kata Bagus, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Salah satu langkah antisipasi peredaran uang palsu di SPBU adalah dengan mendorong digitalisasi transaksi melalui aplikasi MyPertamina.
Pasalnya, penggunaan uang tunai untuk transaksi sangat rawan terjadinya peredaran uang palsu.
Untuk meminimalisasi penggunaan uang tunai, pengelola SPBU perlu mengoptimalkan sistem cashless.
“Harapannya, pengelola SPBU khususnya di wilayah yang sudah memiliki akses sinyal internet, bisa memanfaatkan layanan MyPertamina maupun metode pembayaran digital lainnya seperti QRIS,” jelasnya.
Menurutnya, dengan transaksi non-tunai, potensi peredaran uang palsu dapat ditekan. Namun, pihaknya juga tidak melarang penggunaan uang tunai untuk bertransaksi.
“SPBU merupakan salah satu fasilitas dengan aktivitas transaksi keuangan tertinggi. Sehingga rentan menjadi lokasi peredaran uang palsu. Karena itu, semakin banyak transaksi dilakukan secara cashless, semakin aman dan lebih transparan,” katanya.
Bagus juga menegaskan, saat ini, SPBU reguler wajib menyediakan layanan pembayaran digital.
“Ini merupakan bentuk peningkatan layanan Pertamina kepada masyarakat. Apalagi, sekarang saja UMKM hingga pedagang kecil sudah menerima pembayaran QRIS. Jadi wajar kalau SPBU dengan peredaran uang yang jauh lebih besar, juga wajib mengadopsinya,” pungkasnya. (*)
