TANJUNG REDEB – Musim hujan yang terjadi di Kabupaten Berau tak hanya membawa kesejukan, tetapi juga potensi bencana.
Menyikapi ancaman banjir yang kerap menghantui wilayah aliran sungai di Kabupaten Berau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau tengah menyiapkan terobosan baru, yakni penerapan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan, sistem berbasis teknologi ini akan memantau secara real-time tinggi muka air dari hulu hingga hilir sungai.
Dengan begitu, warga yang tinggal di wilayah rawan banjir bisa mendapatkan peringatan dini, sebelum bencana datang menyapa.
“Begitu sensor mendeteksi kenaikan debit air secara signifikan, sistem akan langsung memberi notifikasi. Ini bisa menjadi sinyal penting bagi warga untuk segera bersiap atau melakukan evakuasi,” ujarnya, Minggu (13/7/2025).
Nofian menegaskan, EWS dirancang untuk menjawab tantangan banjir bandang yang kerap terjadi tiba-tiba. Khususnya pada periode hujan tinggi antara Oktober hingga Desember. Dalam situasi seperti itu, kecepatan informasi bisa jadi penyelamat nyawa.
Tak hanya untuk warga, sistem ini juga akan langsung terhubung ke posko tanggap darurat milik BPBD Berau.
“Koordinasi dan respons pun bisa dilakukan lebih cepat dan terarah,” katanya.
Adapun pengadaan perangkat EWS telah diajukan BPBD dan direncanakan akan dipasang di sejumlah titik yang selama ini kerap menjadi langganan banjir.
Meski harus melalui mekanisme resmi pengadaan barang dan jasa, BPBD Berau optimistis alat ini bisa mulai terpasang dalam tahun ini.
“Alat ini menyangkut keselamatan warga. Maka pengadaannya harus tepat, transparan, dan sesuai kebutuhan lapangan,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan, secanggih apapun alat yang digunakan, tidak akan efektif tanpa kesiapan masyarakat.
“EWS bukan solusi tunggal. Warga juga harus tahu bagaimana merespons saat sistem memberi peringatan. Edukasi, simulasi, dan latihan akan jadi kunci,” pungkasnya. (*)
