BERAU TERKINI – Program Bantuan Rumah Layak Huni dari Pemkab Berau mengalami penurunan besar pada tahun 2025.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Berau, Juli Mahendra, mengungkapkan bahwa dari usulan rencana awal 300 unit, tahun ini Pemkab Berau hanya mampu mengalokasikan 45 unit bantuan.

Padahal sebelumnya sempat muncul angka 46 unit, namun setelah proses verifikasi, jumlah final yang dinyatakan layak menjadi 45 unit.

Bantuan ini tersebar di 6 kelurahan serta 2 kampung, yaitu Kampung Tabadar Muara sebanyak 9 unit dan Bumi Jaya sebanyak 7 unit. Sementara wilayah kelurahan di sekitar Tanjung Redeb rata-rata hanya menerima 5 unit.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Berau, Juli Mahendra.(Diva/ BT)
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Berau, Juli Mahendra.(Diva/ BT)

Juli menegaskan bahwa program ini merupakan program unggulan dalam visi misi Bupati Berau, yang berfokus pada peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni.

“Program ini sangat menyentuh masyarakat dan selalu menjadi kebutuhan dasar. Karena itu kami berharap tetap berjalan meskipun kondisi keuangan daerah sedang terbatas,” jelasnya pada Berauterkini.co.id

Ia juga menyebut bahwa program bantuan rumah layak huni turut mendukung target perumahan secara nasional, mulai dari pembangunan baru, renovasi, hingga relokasi warga yang terdampak bencana.

Perbedaan jumlah bantuan tahun ke tahun sangat terlihat. Tahun 2024, Berau masih mampu menyediakan 345 unit bantuan rumah layak huni. Namun pada 2025, jumlahnya merosot drastis menjadi 45 unit saja.

“Kami setiap tahun mengusulkan minimal 300 unit, sesuai kebutuhan. Tapi karena kondisi keuangan dan efisiensi anggaran, kemampuan daerah sangat terbatas,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa penurunan kuota bukan karena kurangnya usulan, melainkan murni akibat keterbatasan anggaran daerah.

Data terakhir hingga Juni 2025 menunjukkan bahwa masih ada lebih dari 4.200 rumah tidak layak huni yang membutuhkan intervensi.

Oleh sebab itu, pada Rencana Strategis 2026, Disperkim kembali mengusulkan penambahan hingga 400 unit bantuan.

“Kami tidak tahu bagaimana kondisi anggaran nanti, tapi harapan kami program ini jangan sampai hilang. Kebutuhannya besar dan masyarakat sangat menunggu,” tutupnya.(*)