BERAU TERKINI – KONI Berau menggelar rapat koordinasi guna membahas persiapan Porprov Kaltim 2026 yang digelar di Kabupaten Paser.
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, mengatakan, saat ini banyak kendala dalam mempertahankan prestasi pada Porprov Kaltim 2022.
Salah satu kendalanya adalah minimnya anggaran yang diberikan oleh Pemkab Berau.
Bahkan, saat ini, KONI Berau selaku induk olahraga tak mendapatkan dana hibah yang dikelola sendiri untuk kepentingan pembinaan serta pendampingan cabor dan atlet.
Dia menilai, menjelang Porprov 2026, pihaknya mengusulkan anggaran 30 miliar.
Namun, dalam pembahasan hanya Rp5 miliar yang mungkin akan dialokasikan untuk tahun mendatang, di mana Rp3 miliar untuk fasilitas tanding.
Beruntung, penambahan anggaran tersebut juga diperjuangkan oleh sejumlah anggota DPRD Berau senilai Rp3 miliar.
“Jika semua terealisasi, maka semua anggarannya Rp8 miliar. Kalau dilihat ini sangat minim, bahkan jumlahnya ini sama ketika Berau mengikuti Porprov di Kutim beberapa tahun lalu,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil rapat koordinasi di Kabupaten Paser selaku tuan rumah penyelenggaraan Porprov mendatang, telah disepakati bahwa ada 63 cabor yang akan dipertandingkan.
Menindaklanjuti hal itu, pihaknya akan membentuk tim dan menginventarisasi cabor mana saja yang akan dikirim ke Porprov mendatang.
Kegiatan itu penting dilakukan untuk menyesuaikan anggaran yang diberikan pemerintah.
“Awalnya kami ingin mengirim 1.000 atlet, tapi melihat anggaran sangat sulit rasanya. Nanti dilihat apakah Berau mengirim hanya cabor yang berpeluang meraih prestasi atau seperti apa,” jelasnya.
Dirinya menilai, dukungan pemerintah daerah masih minim, sehingga sangat sulit untuk mempertahankan prestasi yang diraih di Porprov 2022.
Saat itu, Berau meraih runner-up dibawah Samarinda yang menjadi juara umum.
“Ini kami di KONI bertanya-tanya juga, apa sebenarnya target Berau di Porprov 2026. Apakah hanya ikut atau membawa nama daerah untuk menang. Setidaknya, prestasi kita sebelumnya bisa dipertahankan. Tapi kalau dilihat, kita minim dukungan,” paparnya.
Di sisi lain, dalam babak kualifikasi Porprov 2026 yang digelar tahun ini, Dispora juga diminta transparan dalam mengelola anggaran.
Pasalnya, anggaran yang kurang lebih Rp3 miliar tersebut di antaranya ada dana KONI Berau.
“Hingga kini kami belum tahu anggaran itu. Karena kami juga berhak mengetahuinya. Transparansi ini yang belum kami dapatkan,” pungkasnya. (*)
