BERAU TERKINI – Kebijakan efisiensi anggaran pada APBD 2026 membawa tantangan baru bagi pelayanan publik di Kabupaten Berau.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau harus mengambil langkah besar dengan mengalihkan sementara program “jemput bola” atau layanan keliling ke kampung-kampung dan perusahaan.
Namun, pemangkasan anggaran ini bukan berarti penurunan kualitas.
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, menegaskan, pihaknya justru melakukan konsentrasi kekuatan untuk memastikan pelayanan di kantor pusat berjalan jauh lebih prima.
Sebagai kompensasi atas ditiadakannya layanan lapangan, Disdukcapil menarik seluruh personel ke kantor pusat di Jalan APT Pranoto.
Strategi ini bertujuan untuk menciptakan alur kerja yang lebih cepat dan bebas hambatan.
“Petugas yang biasanya turun ke lapangan, kini kami tugaskan memperkuat pelayanan di kantor. Jadi, meski tidak ada jemput bola, layanan di kantor akan jauh lebih cepat dan maksimal,” ujar David.
Ada beberapa inovasi strategis yang kini diterapkan Disdukcapil Berau.
Pertama, Sistem Operator Cadangan. Kini tersedia tim back-up data. Jika petugas utama berhalangan, pelayanan tetap berjalan tanpa jeda karena adanya personel cadangan yang siap menggantikan.
Kedua, Digitalisasi Informasi. Disdukcapil memanfaatkan kekuatan media sosial dan kemitraan pers untuk menyebarkan informasi layanan, sehingga warga bisa mendapatkan kepastian syarat dan prosedur sebelum datang ke kantor.
Ketiga, Efisiensi Tanpa Keluhan. Keterbatasan anggaran menjadi pemantik untuk berpikir inovatif dalam melayani masyarakat selama hari kerja Senin hingga Jumat.
Transformasi ini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Ahmad Zamroni, salah satu warga yang mengurus administrasi kependudukan, mengakui bahwa alur di kantor saat ini terasa lebih teratur.
Walaupun ia menyayangkan berhentinya layanan keliling, kepuasan terhadap kecepatan layanan di kantor pusat memberikan kesan positif.
“Pengarahan dari petugas sangat jelas dan administrasi berjalan lancar,” tutur Ahmad.
Disdukcapil Berau membuktikan, keterbatasan anggaran tidak harus menghalangi dedikasi dalam memberikan hak administrasi bagi setiap warga.
Dengan optimalisasi SDM yang ada, pelayanan publik di Berau tetap berdiri tegak menghadapi tantangan 2026. (*)
