TANJUNG REDEB – Anggapan bahwa lokasi strategis adalah kunci utama kesuksesan sebuah usaha kuliner tampaknya tidak sepenuhnya berlaku bagi Kedai Sumber Rejeki.
Berjualan dari sebuah kedai sederhana di dalam gang pemukiman, Marta, sang pemilik, membuktikan bahwa media sosial dan kualitas rasa bisa mengalahkan keterbatasan lokasi.
Siapa sangka, kedai yang terletak di Jalan Karang Mulyo, Gang Sumber Rejeki, ini menjadi tujuan para penikmat kuliner, mulai dari warga sekitar hingga para pegawai kantoran. Padahal, kedai fisiknya baru dibuka sejak Mei 2025 lalu.
Marta menjelaskan, keputusan membuka kedai di dalam gang adalah sebuah strategi yang diperhitungkan. Tujuannya adalah untuk menekan biaya operasional yang tinggi jika harus menyewa tempat di jalan utama.

“Kami sengaja buat kedai di dalam gang untuk menekan biaya operasional sewa tempat. Jadi kami sekarang hanya mengandalkan kekuatan sosmed dan kepercayaan pelanggan,” bebernya.
Sebagai gantinya, Marta memaksimalkan promosi melalui Facebook dan Instagram. Strategi ini terbukti jitu. Dipadukan dengan menu andalannya yang bercita rasa kafe seperti tahu walik aci, ricebowl, dan es teh hijau, kedainya berhasil membangun basis pelanggan setia yang terus melakukan pemesanan ulang.
Meski fluktuatif, usahanya mampu mencatatkan pendapatan kotor rata-rata Rp 6-7 juta per bulan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa di era digital, kualitas produk dan pemasaran yang cerdas mampu menarik pelanggan untuk datang, tak peduli seberapa tersembunyi lokasinya.
Meskipun tantangan promosi ekstra selalu ada, Marta tetap optimistis. Keberhasilannya sejauh ini menjadi bukti bahwa strategi yang tepat bisa membuat pelanggan setia.
“Walaupun lokasi jualan di dalam gang, tapi kami berharap bisa dapat kesempatan untuk dikenal banyak orang,” tutupnya. (Adv/aya)
