BERAU TERKINI – Di tengah pesona wisata Pulau Maratua yang mendunia, sebagian masyarakat di wilayah tersebut masih menghadapi persoalan mendasar: ketersediaan air bersih.
Hingga kini, warga Kampung Teluk Alulu dan Bohe Silian masih menggantungkan kebutuhan air konsumsi dari hujan yang turun.
Camat Maratua, Ariyanto, mengakui kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan belum sepenuhnya teratasi.
“Memang masih ada kampung yang kesulitan air bersih, seperti Teluk Alulu dan Bohe Silian. Sampai sekarang mereka masih berharap dari air hujan,” ungkapnya, Senin (24/11/2025).
Sebagai upaya pemenuhan air bersih, pemerintah bersama pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu perusahaan telah membangun embung penampung air. Namun, fasilitas ini belum berjalan optimal.
“Ada kendala karena bagian bawahnya retak, jadi saat menampung air hujan masih merembes. Harus diperbaiki dulu agar bisa digunakan maksimal,” jelasnya.
Meski belum berfungsi sempurna, embung tersebut masih bisa dimanfaatkan sementara.
Menurut Ariyanto, masyarakat Teluk Alulu sudah terbiasa mengatur penggunaan air hujan dengan bijak sejak dulu.
Banyak warga yang menyiapkan tandon dan tempat penampungan air untuk bertahan beberapa bulan ke depan.
“Itu untuk konsumsi saja. Sedangkan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya, biasanya warga mengambil air di Teluk Harapan,” jelasnya.
Saat ini, tindak lanjut perbaikan embung berada di bawah kewenangan pemerintah kampung karena aset telah diserahkan setelah pembangunan selesai.
Ariyanto berharap, persoalan ini menjadi perhatian Pemkab Berau agar masyarakat di Maratua dapat merasakan fasilitas air bersih secara merata. (*)
